International, Lifestyle, News

Gerhana Matahari Total Akan Terjadi Dua Hari

Juliadi | Selasa 02 Jul 2019 20:17 WIB | 612

Keajaiban


Ilustrasi


MATAKEPRI.COM - Fenomena alam yang jarang terjadi yakni Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi hari ini dan esok hari, 3 Juli. Namun, hanya orang-orang di Chile dan Argentina yang bisa melihat GMT.


GMT tahun ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang akan terjadi sepanjang tahun 2019. Jalur sepanjang 10 ribu kilometer yang membentang di Samudra Pasifik, Chile dan Argentina akan dilanda kegelapan saat bayangan bulan secara total menutupi Matahari.


Seperti dilansir media Inggris, BBC dan media India, FirstPost, Selasa (2/7/2019), GMT akan disaksikan secara langsung oleh orang-orang yang beraada di Samudra Pasifik, Chile dan Argentina hari ini. Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menyatakan bahwa GMT akan bisa disaksikan di La Serena, Chile, yang dimulai pada Selasa (2/7/2019) sore, sekitar pukul 16.38 waktu setempat (20.38 Greenwich Mean Time).


Di Junin, Argentina, menurut NASA, GMT akan dimulai pukul 17.42 waktu setempat (20.42 Greenwich Mean Time) dan berakhir pukul 17.55 waktu setempat. GMT diperkirakan akan berlangsung selama 4 menit 3 detik. Saat terjadi, suasana siang dan sore hari di Chile, Argentina juga Pasifik Selatan akan berubah gelap seperti malam hari. 


Bentangan jalur totalitas GMT tahun ini mencapai sekitar 6.800 mil atau setara 10.943 kilometer. Sebagian besar jalur totalitas itu diketahui ada di lautan lepas.


Daratan yang pertama dan satu-satunya di Pasifik yang ada di jalur totalitas GMT adalah pulau kecil bernama Oeno Island, yang merupakan bagian dari Pitcairns British Overseas Territory. Pulau karang tanpa penghuni itu, sebut BBC, akan dilanda kegelapan selama nyaris 3 menit, mulai pukul 10.24 waktu setempat.


Bayangan bulan atau umbra kemudian akan mencapai kawasan pantai Chile, dekat La Serena, sekitar pukul 16.38 waktu setempat. Lintasan GMT di Pegunungan Andes dan Amerika Selatan akan berlangsung cepat. Salah satu yang akan merasakan totalitas terakhir adalah penduduk wilayah Chascomus, yang ada di Buenos Aires, sekitar pukul 17.44 waktu setempat, sebelum matahari terbenam.


Meskipun totalitas GMT tahun ini ada di jalur sempit yang penuh bayangan, ada area lebih luas yang bisa menyaksikan langsung gerhana matahari sebagian. Area lebih luas itu mencakup wilayah Chile dan Argentina lainnya yang tidak bisa melihat gerhana matahari total.


Kemudian juga Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay dan sebagian Kolombia, Brasil, Venezuela serta Panama. Hanya kawasan pantai utara Amerika Selatan yang tidak bisa menikmati langsung gerhana.


Seperti dikutip dari Space.com, instruktur dan dosen tamu Hayden Planetarium New York, Joe Rao, menjelaskan, saat terjadi gerhana total, matahari akan berada di rasi bintang Gemini. Ketika itu, cahaya matahari akan hilang.


"Selama gerhana total, matahari berada di rasi bintang Gemini, si Kembar. Ketika matahari benar-benar hilang cahayanya dan langit menjadi gelap seperti saat senja hingga pertengahan, Venus akan menjadi objek paling mencolok di langit," kata Joe dalam tulisannya.


Selain itu, Joe memaparkan soal letak planet Venus. Karena gerhana matahari total, Venus akan terletak 12 derajat ke kiri bawah matahari.


"Pada kesempatan ini, Venus bersinar pada -3,9 magnitudo, akan terletak 12 derajat ke kiri bawah matahari, sangat rendah (4 derajat) di atas cakrawala barat-barat laut," paparnya.


Lebih lanjut, Joe juga mengatakan para pengamat akan melihat beberapa kawasan rasi bintang, misalnya seperti Alpha Centauri. Bintang yang lain juga punya peluang untuk terlihat. 


"Sekitar setengah jalan di bagian tenggara langit akan melihat Alpha Centauri berwarna kuning-oranye dan Beta Centauri kebiru-biruan, serta empat bintang yang terdiri atas Southern Cross (Crux) yang terkenal. Dua bintang paling terang, Acrux dan Becrux, memiliki peluang untuk dilirik melalui totalitas senja," ujarnya.


GMT diketahui terjadi saat posisi Matahari, Bulan dan Bumi ada pada garis lurus. Gerhana matahari tepat terjadi saat posisi Bulan ada di antara Matahari dan Bumi. Dalam posisi ini, bayangan Bulan menghalangi Matahari dari Bumi. 


Saat terjadi gerhana matahari total, korona atau bagian terluar atmosfer Matahari bisa dilihat oleh manusia yang ada di Bumi dengan mata telanjang. Untuk tahun ini, gerhana matahari total akan dimulai di perairan Pasifik. Bayangan Bulan atau umbra, pertama kali akan menyentuh permukaan laut di sebelah timur Selandia Baru. 


Setelah tahun ini, GMT selanjutnya akan terjadi pada 14 Desember 2020 mendatang, juga di wilayah Amerika Selatan. (***)


Sumber : Detik.com