Karimun, News, Ekonomi, Kepri, Karimun, Publik

Bupati: Meski Ekonomi Lemah, Perusahaan di Karimun Tidak Tutup

| Selasa 13 Mar 2018 18:53 WIB | 1642

Tenaga Kerja
Pembangunan
Bupati
Pemkab


Bupati Karimun Aunur Rafiq saatbdiwawancarai awak media, Selasa (13/3/2018) di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun. (F


MATAKEPRI.COM, Karimun - Meskipun melemahnya perekonomian di Kabupaten Karimun Dua Tahun terakhir ini, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyatakan bahwa tidak ada perusahaan yang tutup ataupun berhenti beroperasi. Pernyataan itu disampaiakan saat menggelar Seminar Bisnis dan Temu Calon Pelanggan, Selasa (13/3/2018) di Gedung Nasional Jalan Yos Sudarso Tanjung Balai Karimun. 

Dikatakan, lesunya pertumbuhan ekonomi maupun investasi di Karimun, juga dipengaruhi akibat lesunya pertumbuhan ekonomi global. Meski demikian, investasi-investasi yang ada dikarimun, tidak ada yang tutup. Seperti halnya aktivitas  PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), tetap berjalan meskipun ada pengurangan tenaga kerja.

Meskipun PT SIKB Karimun melakukan pengurangan tenaga kerja dari sebanyak 12.000 menjadi sekitar 750 dan sampai 250 orang pada pertengahan tahun ini dikarena berkurangnya job, hingga kini Perusahaan fabrikasi anjungan minyak lepas pantai asal Italia itu, masih tetap beroperasi. Diperkirakan, peeusahaa tersebir, akan kembali menerima order atau pesanan pada 2019 mendatang.

"Pertumbuhan investasi memang stagnan, tapi tidak ada perusahaan yang tutup. Seperti PT Saipem, memang sedang tidak ada job. Sehingga dilakukan pengurangan tenaga kerjanya.Namun perusahaan tetap beroperasi," ujarnya.

Disebutkan, kondisi lesunya perekonomian saat ini, tidak hanya terjadi di Karimun. Tetapi juga terjadi di daerah-daerah lainya. Namun, pembangunan infrastruktur di bumi berazam ini, terus diakukan. Selain itu, iklim investasi di daerah berlambang 4 azam ini, juga kondusif.

Selain itu, sambung Rafiq, sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun telah mengusulkan tujuh prioritas pembangunan investasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dua di antaranya, ada di Kabupaten Karimun. Yang pertama adalah, usulan status KEK di Pulau Asam yang akan digarap perusahaan yang tergabung dalam Panbil Group. 

Sedangkan yang kedua adalah, pengembangan kawasan Coastal Area oleh PT Jaya Annurya Karimun yang juga anak perusahaan dari Panbil Group. Untuk itu, Rafiq menyampaikan bahwa investor tidak perlu ragu untuk menanamkan modal di Karimun. Karena pemerintah daerah akan terus berupaya untuk membenahi dan menambah sarana infrastruktur di Karimun.

 "Untuk listrik, investor tidak usah khawatir. PLN memiliki surplus daya sebesar 12 Nega Watt (MG). Selain itu, Dua perusahaan swasta, juga membangun mesin pembangkit listrik untuk penunjang investasi, juga sudah ada," jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Karimun Cendra Nawazir mengatakan, untuk mendukung program tersebut, tahun ini pihaknya akan membangun jalan di kawasan industri. Salah satunya adalah, pembangunan jalan yang menghubungkan antara PT Saipem dengan Oiltanking Tanjung Balai Karimun. 

"Kita akan terus dukung program-prgram pemerintah dalam pembangun sarana infrastruktur. Kita juga menjamin kemudahan berinvestasi kepada investor di Kabupaten Karimun ini," pungkasnya. (hasian)