Nasional , News, Hukum & Kriminal

Alasan H Membunuh Bocah Tujuh Tahun Karena Menolak Untuk Mencium Pelaku

Agung | Jumat 05 Jul 2019 15:00 WIB | 216

Pembunuhan
Polres


Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky saat merilis pelaku pembunuhan terhadap seorang anak SD di Bogor. (Istimewa)


MATAKEPRI.COM, Bogor - Hingga kini pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Haryanto (23) terhadap Fira (7) yang di lakukan di rumah kontrakan nya di Bogor pada Sabtu (26/6) lalu.


Akhirnya tersangka Haryanto mengakui alasan mengapa dirinya melakukan bhal keji tersebut kepada Fira yang di ungkapkan oleh Kapolres Bogor AKBP AM Dicky saat jumpa pers di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Jumat (5/7).


Baca juga : Setalah Linglung, Pembunuh bocah 7 tahun di Bogor, akhirnya menyerahkan diri


Saat korban pulang sekolah danl langsung ke rumah tersangka untuk meminta makan ke pelaku. Setelah Fira selesai makan dan memberikan uang Rp 2000, Tersangka langsung meminta kepada korban untuk mencium nya dengan mengimingi uang Rp 5000.


"Pelaku meminta korban mencium pelaku, nanti diiming-imingi sejumlah uang sekitar Rp 5 ribu. Tapi ditolak oleh korban," kata  Dicky.


Tersangkapembuhunan seorang Siswi SD di Bogor. (Istimewa)


Kemudian pelaku memaksa dan korban pun memberontak, pada saat itulah Harianto  panik dan mencelupkan kepala pelaku ke kamar mandi hingga tewas.


Baca juga : Jasad Bocah 7 Tahun Yang di Temukan Tewas di Bak, diotopsi Kepolisian


"Lalu pelaku memaksa dan Karena korban berontak. Yang buat panik pelaku dan kemudian membunuh korban," tambah dia.


Haryanto sehari-hari bekerja sebagai tukang bubur kacang hijau dan ketan hitam. Dia memulai memasak sejak dini hari hingga menjelang siang. Setelah itulah Fira datang ke rumah tersangka, dan peristiwa kwjibitu terjadi.


Dari pemeriksaan, diketahui Haryanto mengalami kelainan seksual, yakni penyuka anak-anak. Pembunuhan juga dilakukan karena Fira menolak mencium Haryanto.


Setelah kejadian itu, Haryanto pun langsung kabur ke Surabaya. Dan kembali ke kampung halamannya di Pemalang setelah Hp dan Dompet nya hilang.


Setelah bertemu dengan keluarganya, akhirnya Haryanto menyerahkan diri ke Polres Pemalang yang di antar oleh keluarga nya. (**/AM)


Sumber : kumparan.com