Batam, News, Kepri

PT Pegatron Technology Indonesia Akan Beroperasional April Mendatang Dan Butuh 1000 Karyawan

Egi | Selasa 09 Jul 2019 16:29 WIB | 617

Seremonial
Tenaga Kerja
Gubernur
Walikota
BP Batam
Kawasan Industri


Foto bersama saat Opening Ceremony PT Pegatron Technology Indonesia (Foto: Egi / MK)


MATAKEPRI.COM,BATAM-PT Pegatron Technology Indonesia hari ini di resmikan. Pabrik Perusahaan asal Taiwan ini terletak di lot 5 kawasan industri yang terletak di Batamindo, Mukakuning, Batam.(9/7)

Peresmian perusahaan ini dihadiri oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wali Kota Batam, Rudi, Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, pimpinan Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan dan tamu undangan lainnya.

Ada beberapa bidang usaha yang akan dijalankannya. Diantaranya industri peralatan komunikasi tanpa kabel, alat transmisi, industri komputer dan lainnya.

Manager Admin dan General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng mengatakan, perekrutan tenaga kerja di Pegatron sudah dilakukan.

"Kemarin sudah buka 40 operator. Secara bertahap dibukanya," kata Tjaw Hioeng.

Hanya saja Tjaw Hioeng belum tahu, berapa tenaga kerja yang akan direkrut. Perkiraannya April mendatang, perusahaan ini sudah mulai beroperasi.

Berdasarkan data investasi yang masuk ke BP Batam, perusahaan ini mencatatkan nilai investasinya sebesar Rp 560 miliar dan dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menandatangani prasasti dan pemotongan pita tanda peresmian PT Pegatron Technology Indonesia.

"Dunia sudah bergeser ke teknologi yang lebih canggih. Ini juga akibat peralihan ilmu pengetahuan,"ucap Nurdin

Pada kesempatan itu, Nurdin juga mengucapkan terima kasih kepada Pegatron karena telah mempercayakan investasinya di Batam, Kepri.

"Selamat kepada PT Pegatron. Satu-satunya di Indonesia dan satu-satunya di Asia Tenggara. Batam, Kepri, mampu berdaya saing juga dengan negara lain. Terima kasih sudah berinvestasi di Kepri,"ucapnya kembali.

Jika menghadapi permasalahan, pemerintah katanya siap membuka diri.(EAG)