Nasional , News, Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Makan Anak Yang diduga Tewas Akibat Dianiaya Orangtua

Agung | Rabu 17 Jul 2019 11:06 WIB | 187

Polres
Tewas


Makan F(6) yang kembali di bongkar boleh pihak kepolisian. (Detik.com)


MATAKEPRI.COM, Boyolali - Pihak Kepolisian Polres Boyolali akhirnya membongkar kembali makam anak yang berinisial F (6) yang di duga tewas akibat di aniaya oleh orang tua korban pada Selasa (16/7) kemarin, dan jenazah langsung diautopsi oleh Bid Dokkes Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematiannya.


"Hasil autopsi sementara ada bekas kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia karena (pukulan) benda tumpul," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto. 


Kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian mendapat informasi tentang kematian korban yang diduga tidak wajar. Warga yang ikut memandikan dan mengkafani bocah itu mendapati banyak luka lebam di hampir sekujur tubuh korban.


Luka yang dialami F antara lain pada mata sebelah kiri lebam kebiruan, telinga kanan dan kiri kebiruan, pipi kanan bengkak lebam kebiruan, sudut bibir kanan terdapat bekas darah kering.



Selain itu ditemukan banyak luka lebam seperti bekas cubitan, ada bekas luka dan darah mengering di perut sebelah kiri. Diketahui pula ada luka dalam pada korban dan mengalami sedikit pendarahan di otak. Polres Boyolali masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim medis Bid Dokkes Polda Jateng. 


Korban F meninggal dunia pada Kamis (11/7) pekan lalu di rumahnya Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. Pada hari itu juga, jenazah bocah itu dimakamkan di tempat asal ibunya, SW (30), di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Sehari kemudian, petugas Polsek Ampel mendapat informasi kejanggalan tersebut.


"Kami mendengar informasi itu pada hari Jumat, saya langsung ke Ampel bersama Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Boyolali) untuk melakukan penyelidikan," jelas Mulyanto. 


Atas kasus tersebut, Polres Boyolali juga telah mengamankan terduga pelakunya. Kasat Reskrim Iptu Mulyanto menyebutkan, penganiayaan itu diduga dilakukan oleh ibu kandung korban sendiri, SW (30). 


"Terduga pelaku sudah kami amankan, sudah kami bawa ke sini (Mapolres Boyolali). Ibu korban dan suaminya (ayah tiri korban, IS) kami bawa kesini semua," tandas Mulyanto. 


Keduanya masih dimintai keterangan oleh penyidik. Dijelaskan, korban merupakan anak kandung SW bersama suaminya terdahulu. Setelah pisah, SW kemudian menikah dengan IS (37) dan bertempat tinggal di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali. (**/AM)


Sumber : detik.com