Batam

Tim Patroli Manggala Agni Sosialisasi Kepada Masyarakat Petani Tempurung Batok Kecamatan Sagulung

Juliadi | Jumat 19 Jul 2019 18:27 WIB | 210

Pencerahan
Kebijakan


Petani Tempurung tanjung berikat (Foto : Daops Batam)


MATAKEPRI.COM, Batam - Dalam rangka meningkatkan penolakan Karhutla melaksanakan patroli di kecamatan Sagulung Kota Batam jumat, (19/7/2019).


Patroli yang diimplementasikan selama 5 hari kedepan akan meminta peningkatan sosialisasi ke masyarakat yang berda di kelurahan se kecamatan Sagulung.


Lokasi daerah rawan kebakaran akan di tingkatkan sosialisasi dan penyadartahuan kepada masyarakat, dan meningkatkan hubungan persaudaraan secara emosional, tim patroli yang terdiri dari empat personil Manggala Agni Daops Batam, Juni, efendi, Hemansyah, Suriadi dan siti isnawiyah. 


Patroli yang di kepalai oleh Juni dan efendi, dia menentukan untuk tim, agar benar-benar di pantau lokasi kebakaran dan inventarisir semua titik sumber udara, karena cuaca saat ini exstrim panas mencapai 32 ° c.



Lokasi Pembakaran Arang Tempurung desa tanjung berikat (Foto : Daops Batam) 



Saat pindah desa tanjung berikat pelaksanaan Patroli melakukan percakapan bersama tokoh masyarakat, Hamdan (77) sejak tahun 1959 dia membahas desa tanjung berikat yang saat ini mencapai 120 hektar tanah yang mengaturnya, membaca tanah hanya sekitar 9 keluarga besar yang terdiri dari anak-anak beranak nya. 



Hamdan, adalah seorang tokoh adat dan tokoh masyarakat yang paling pertama menempati lokasi ini dan yang terpilih sebagai kepala desa di masa zaman 70an dan dia di percaya oleh walikota pertama Raja Aziz untuk mengelola lahan seluas 120 Ha, saat ini tanah tersebut bersetatus APL dan 60% adalah hutan sekunder dan di kawasan tersebut juga tempat pembakaran arang tempurung sebagai mata pencarian keluarga nya.dengan melihat secepatnya yang sangat tebal. 


Tim patroli langsung menghampiri Bapak Hamdan,” mohon maaf pak saya dari manggala agni daops batam yang sedang melaksanakan tugas  patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kami melihat kebulan asap tebal terus kami kesini,kami mohon bapak dapat menjaga lahan bapak. 

Agar tidak terbakar karena saat ini cuaca panas pak, ”ujar Juni, sebagai ketua Tim Patroli. 


”Ya pak, kami selalu mengendalikan agar tidak terjadi kebakaran karena kami hanya melepaskan pertempuran dengan salai dengan secepatnya,” jawab Hamdan. 


Dengan memberikan penyadar tahuan ke peria ke 77 dan itu juga tidak dapat melihat jelas tentang penyebabnya katarak, hanya anggotanya yang bekerja di sekitar 3 orang, Mardiono (45), Ari (35) dan yus (39) adalah anak-anak yang memerlukan bantuan arang tempurung kelapa, dengan berbagi informasi kontak ke Hamdan, pelaksana patroli mengajak bersama-sama membuat kawasannya agar tidak terjadi kebakaran, meningkatkan lebih meningkatkan kewaspadaan di dalam kawasan tersebut. (Rilis)