Nasional , News

PWNU Telah Merumuskan Sikap Terkait Imbauan MUI Jatim

Juliadi | Selasa 12 Nov 2019 16:03 WIB | 162

Pencerahan
Kebijakan


PWNU Telah Merumuskan Sikap Terkait Imbauan MUI Jatim (Foto : Detik.com)


MATAKEPRI.COM, Jawa Timur - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) mengimbau para pejabat untuk tidak mengucapkan salam seluruh agama saat sambutan di acara resmi. PWNU Jatim telah merumuskan sikap terkait imbauan ini.


Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif mengatakan pihaknya tidak melarang pengucapan salam seluruh agama. Salam seluruh agama ini bisa diucapkan demi kemaslahatan umat.


Penyampaian sikap ini pun diungkapkan usai dilakukannya Bahtsul Masail atau pembahasan permasalahan ini dengan nilai-nilai fiqih. Kiai Syafrufin menambahkan penyampaian salam lintas agama sejatinya telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam.


"Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jatim tentang hukum salam lintas agama, Islam itu agama rahmatan, Islam sebagai agama rahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia. Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid sejak Nabi Adam alaihissalam yang terus diwarisi hingga sekarang," kata Kiai Syafrudin di Sekretariat PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa (12/11/2019).


Tradisi ini pun juga dilakukan di zaman Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad. Dikisahkan, Nabi Muhammad pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan golongan Yahudi yang sedang berkumpul bersama kaum Muslimin.


"Demikian pula sebagian generasi sahabat setelahnya, karena demikian menjadi sangat wajar tradisi menebarkan salam sebagai pesan kedamaian menjadi tradisi universal manusia lintas adat, budaya dan agama dengan berbagai model cara dan berbagai dinamika zamannya," imbuh Kiai Syafruddin.


Lalu, bagaimana jika pejabat membacakan salam lintas agama saat memberi sambutan? Kiai Syafrudin menganjurkan untuk mengucap salam Islam.


Namun, jika salam lintas agama tersebut dibutuhkan dalam menjaga persatuan dan kemaslahatan umat, Kiai Syafrudin menyebut salam lintas agama ini tidak apa-apa untuk diucapkan. Tetapi bukan berarti Salam lintas agama dianjurkan untuk senantiasa diucapkan.


"Pejabat Muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh atau diikuti dengan ucapan salam nasional seperti Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua dan semisalnya. Namun demikian dalam kondisi dan situasi tertentu demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan pejabat Muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama," paparnya.


"PWNU Jawa Timur mengadakan kajian secara fiqih dan itulah jawaban kami. Jadi kalau ada maslahat kemudian ada hajat untuk mengucapkan salam lintas agama bagi kami tidak melarang dan tidak menyuruh. Hanya kalau tidak ada hal yang diperlukan sebaiknya tidak usah salam lintas agama tapi kalau ada maslahat, ya silahkan," pungkasnya. (***)


Sumber : Detik.com