Batam, Kesehatan

Lahirkan Dokter Pendamping Professional, Bapelkes Gelar Pelatihan Perdana Pendamping PIDI

Juliadi | Sabtu 05 Dec 2020 11:56 WIB | 469

Dokter


dr. Zainoel Arifin., M.Kes dan Ketua Bapelkes Batam Asep Zaenal Mustofa., SKM., M.Epid, Jumat (4/12/2020). Foto : Adi


MATAKEPRI.COM BATAM -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kota Batam menggelar pelatihan perdana pendamping Program Intership Dokter Indonesia (PIDI) Regional Barat, Minggu-Jumat (29/11-4/12/2020) bertempat di Harris Hotel, Batam Center.


Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat, 
dr. Zainoel Arifin, M. Kes, Fasilitator dan Pengendali Pelatihan, serta Para peserta Pelatihan Perdana Pendamping PIDI.


Disela-sela kegiatan dr. Zainoel Arifin, M.Kes mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan diseluruh Indonesia dengan dibagi tiga tempat.


"Di wilayah Barat diselenggarakan di Batam, di wilayah tengah diselenggarakan di Bandung dan wilayah timur di Makassar. Jumlah peserta hampir 200 dengan dua kelas, di Batam dua kelas, di Makassar dua kelas dan di Bandung tiga kelas," ujar Zainoel, Jumat (4/12/2020).


Menurut Zainoel, bahwa peserta calon pendamping ini sudah bekerja, baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit dan mereka ditunjuk oleh pimpinannya untuk mengikuti kegiatan ini.


"Mereka yang mengikuti kegiatan akan mendapatkan sertifikat, karena itu salah satu syarat untuk menjadi Dokter pendamping PIDI," ucap Zainoel.


Ia berpesan kepada agar Calon Dokter pendamping dapat menjadi Dokter pendamping PIDI yang bekerja maksimal untuk mendampingi Dokter yang baru lulus atau yang sedang magang.


Salah satu peserta dr. Nasra Aswandi dari Puskesmas Bantal Bengkulu mengatakan, selama pelatihan ini mereka digodok, dibimbing dan diberikan materi-materi pelatihan agar bisa mendampingi Dokter baru lulus.


"Harapan kami, ilmu yang kami dapat, bisa kami terapkan kepada adek-adek kami. Semoga kedepannya terciptalah dokter-dokter terhebat diseluruh Indonesia dan tidak ada lagi daerah-daerah yang kekurangan dokter dan di pelosok-pelosok Indonesia," harap dia.


Sementara itu, dr. Parianti dari Puskesmas Labura menambahkan, bahwa pelatihan ini sangat bagus untuk pembekalan calon dokter pendamping.


"Pelatihan ini bagi saya baru perdana," ucapnya.


Asep Zaenal Mustofa, SKM., M.Epid mengatakan, pelatihan ini memang ada syaratnya dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 dan di Bapelkes Batam dipilih tempat pelatihan untuk penyelenggaraan pelatihan ini.


"Kami bersama bapak Zainoel dari KIDI pusat menyelenggarakan kegiatan ini dengan standar - standar khusus untuk pelatihan tersebut," ujar Asep.


Menurut Asep, peserta yang dilatih ini merupakan dokter baru untuk mendamping, dokter baru untuk menjadi Dokter yang profesional.


Ditambahkan Zainoel, di Indonesia ini ada enam Bapelkes salah satunya di Batam untuk wilayah barat. (Adi)