Batam

Kurir Sabu dan 4 PMI Non Prosedural Berhasil Diamankan Tim F1QR Lantamal IV Batam

Juliadi | Senin 22 Apr 2024 18:37 WIB | 370

Hukum & Kriminal
Lantamal IV



Matakepri.com, Batam -- Tim Fleet One Quick Responses (F1QR) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Batam berhasil menggagalkan upaya penyulundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 19 kilogram dan empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non Prosedural di Pulau Siondo, Kepulauan Riau, Senin (22/4/2024).


Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Laksmana Pertama (Laksma) TNI Tjatur Soniarto, CHRMP., M.Tr. Opsla mengatakan, 19 Kilogram Narkoba jenis sabu-sabu ini dibawa pelaku dari Negara Malaysia untuk dibawa masuk ke Indonesia menggunakan speed boat.


"Sedangkan empat orang PMI ilegal yang akan kembali ke Indonesia ini kita amankan didalam speed boat yang sama," ungkap Laksma Tjatur. 


Lanjut kata Laksma Tjatur, proses penangkapan pelaku sempat berlangsung dramatis dan tim F1QR Lantamal IV juga sampai mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak lima kali, sebelum para terduga pelaku harus mengkandaskan speed boat mereka di Pulau Siondo. 


"Namun di tengah upaya pengejaran, satu orang yang diduga tekong dari PMI ini berhasil kabur dari pengejaran," ucap Laksma Tjatur. 


Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Laksma Tjatur, Tim F1QR Lantamal IV menemukan dua tas jinjing berisikan bungkus teh cina yang didalamnya terdapat narkoba jenis sabu-sabu seberat 19 Kilogram, yang jika dinilai rupiahkan mencapai hampir Rp. 19 Milyar. 


"Apabila 1 kg sabu ini bisa dipakai 4000 orang, maka barang bukti sabu seberat 19 kg ini, jika beredar dimasyarakat bisa merusak hampir 80.000 generasi penerus bangsa," ungkap Laksma Tjatur. 


"Ini patut kita jadikan perhatian bersama, bagi penegak hukum dilaut, bahwa bahaya penyelundupan narkoba bisa saja sering terjadi di Kepulauan Riau ini, khususnya di Batam. Yang dimana banyak sekali pelabuhan-pelabuhan tikus yang digunakan Oknum masyarakat sebagai transit pintu masuk penyelundupan barang-barang ilegal maupun Narkoba," tambah Laksma Tjatur. 


Selanjutya, kata Laksma Tjatur, pelaku dan barang bukti sabu-sabu 19 Kilogram ini, diserahkan kepada BNN Provinsi Kepri.


"Empat PMI Ilegal ini kami serahkan ke BP3MI untuk menjalani proses hukum yang berlaku di Indonesia, keberhasilan ini merupakan bagian dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali untuk memberantas kegiatan ilegal dan memerangi Narkoba," pungkas Laksma Tjatur. (***) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media