Batam

Batam Resmi Naik Kelas: Transportasi Publik Kini Modern, Terintegrasi dan Berbasis NFC

Juliadi | Selasa 26 May 2026 14:11 WIB | 42

Pemko Batam
Transportasi


Angkuatan umum transbatam. (Foto : Adi)


Matakepri.co.id, Batam --  Wajah transportasi publik di Kota Batam resmi memasuki era baru, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan gebrakan signifikan dengan meluncurkan 19 unit armada baru Trans Batam yang tidak hanya canggih, tetapi juga membawa misi integrasi moda transportasi yang lebih luas hingga ke pintu gerbang udara kota.


Peluncuran ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam serius bertransformasi menjadi kota modern yang inklusif dan ramah bagi warganya.


Era pembayaran konvensional yang lambat kini mulai ditinggalkan. Armada baru ini mengadopsi teknologi pembayaran QRIS Tap berbasis NFC. Penumpang tidak perlu lagi repot membuka aplikasi kamera atau membawa uang tunai. Cukup menempelkan ponsel pada mesin pemindai, proses pembayaran selesai dalam hitungan detik.



Salah satu poin paling krusial dalam gebrakan ini adalah rencana besar integrasi moda transportasi. Jika selama ini Trans Batam sukses menghubungkan berbagai pelabuhan strategis seperti Sekupang, Batam Centre, dan Telaga Punggur, kini akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim menjadi prioritas utama.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, yang mewakili Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, menegaskan pentingnya aksesibilitas ini.


"Ciri kota modern adalah masyarakatnya memiliki akses yang mudah terhadap angkutan umum. Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi publik yang terintegrasi, termasuk rute menuju bandara," ujarnya, Selasa (26/5/2026).


Skema Buy The Service (BTS) Demi Kualitas Prima

Untuk menjamin kenyamanan penumpang, Pemko Batam menerapkan skema Buy The Service (BTS). Dalam sistem ini, pemerintah membayar jasa layanan berdasarkan perhitungan rupiah per kilometer. Konsekuensinya, penyedia jasa diwajibkan memenuhi standar ketat terkait keselamatan, kebersihan, dan pemeliharaan armada secara total.


Langkah progresif ini mendapat acungan jempol dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan. 


Ia menilai Batam sebagai salah satu daerah dengan keberanian investasi transportasi yang patut dicontoh.


"Tidak banyak daerah berani berinvestasi di transportasi publik karena sering dianggap tidak menguntungkan secara bisnis. Namun, dampaknya sangat besar bagi penurunan angka kemiskinan, akses pendidikan, dan penghematan BBM warga," jelasnya.


Ia juga memastikan Batam kini masuk dalam 20 kota prioritas nasional pengembangan angkutan massal. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media