Batam
Juliadi | Selasa 18 Nov 2025 15:13 WIB | 962
Marpolex 2025 Dimulai
Matakepri.com, Batam -- Pagi di Pelabuhan Batam menjadi arena unjuk kekuatan dan kesiapan maritim Indonesia. Ratusan personel, kapal-kapal perang, dan peralatan canggih berjejer rapi dalam Apel Gelar Pasukan National Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2025, latihan nasional terbesar ke-16 yang fokus pada penanggulangan insiden pencemaran laut.
Marpolex edisi kali ini sengaja difokuskan di perairan strategis Batam dan Kepulauan Riau, wilayah yang menjadi simpul lalu lintas pelayaran global diapit Selat Malaka dan Selat Singapura. Ini adalah ujian nyata komitmen Indonesia dalam menjaga lautnya dari ancaman tumpahan minyak yang mengintai setiap kapal yang melintas.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktur KPLP, Capt. Hendri Ginting, menegaskan bahwa latihan ini melampaui rutinitas biasa.
"Sinergi antarlembaga adalah kunci keberhasilan respons keadaan darurat. Apel ini memastikan kesiapan personel, peralatan, dan efektivitas komando serta komunikasi dalam operasi," ujarnya.
Latihan ini melibatkan kolaborasi masif:
* 750 personel dikerahkan.
* 28 unsur dari 17 institusi terlibat, mulai dari KPLP, TNI AL, Polairud, Basarnas, Damkar, Bakamla, hingga SKK Migas dan sektor industri.
* 26 kapal siap bermanuver, termasuk kapal-kapal patroli besar seperti KN Trisula, KN Sarotama, dan KN Rantos.
Dalam simulasi yang memadukan penanggulangan pencemaran, penyelamatan, dan pengamanan, Indonesia menunjukkan keseriusannya di perairan yang dianggap sebagai salah satu jalur paling kritis di dunia.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang bertindak sebagai Inspektur Apel, menyoroti dampak insiden tumpahan minyak terhadap masyarakat pesisir, pariwisata, dan ekonomi daerah.
"Menjaga ruang laut dan keamanan maritim merupakan fokus utama Provinsi Kepulauan Riau. Setiap insiden di laut berdampak langsung pada masyarakat dan ekonomi daerah," tegas Nyanyang.
Ia menyebut bahwa koordinasi erat telah menjaga Kepri relatif aman dari kasus besar dalam dua tahun terakhir.
Di mata dunia, Marpolex 2025 adalah cerminan dari tanggung jawab internasional Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO).
Capt. Hendri Ginting menambahkan, keaktifan Indonesia dalam latihan kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara maritim yang bertanggung jawab, berkomitmen pada standar internasional, dan siap menjaga keselamatan pelayaran global.
Lebih dari sekadar manuver dan simulasi, Marpolex 2025 di Batam adalah penegasan kembali bahwa keselamatan maritim adalah prioritas nasional. Dalam dinamika perairan yang semakin sibuk, latihan ini menjadi benteng kewaspadaan yang memastikan laut Indonesia—ruang transit perdagangan dan rumah bagi jutaan rakyat pesisir—tetap aman dan lestari. (***)
Redaktur : ZB