Batam, Ekonomi
Juliadi | Selasa 25 Nov 2025 14:42 WIB | 344
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Senin (24/11/2025). Foto : Humas BP Batam
Matakepri.com, Batam -- Badan Pengusahaan (BP) Batam semakin mengencangkan ikat pinggang untuk membenahi iklim investasi. Melalui acara ramah tamah bersama para investor dan pelaku usaha, Senin (24/11/2025), BP Batam membuka ruang dialog terbuka untuk membahas perkembangan terbaru terkait Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dan proses pengurusan AMDAL yang sedang berjalan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah kunci untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi.
"Kami terus membenahi regulasi yang tumpang tindih dan melakukan simplifikasi perizinan agar Batam tumbuh sebagai kota yang ramah investasi. Komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha akan menghasilkan layanan investasi yang semakin cepat, sederhana, dan berkualitas," ujar Amsakar.
Amsakar mengungkapkan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengimplementasikan simplifikasi perizinan dan meningkatkan layanan pasca terbitnya PP Nomor 25 dan PP Nomor 28 Tahun 2025. Namun, sinergi yang kuat diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Fakta di lapangan menunjukkan tren positif yang signifikan:
1. Capaian Investasi: Januari-Oktober 2025, nilai investasi mencapai Rp 54,7 triliun, telah mencapai 91% dari target tahunan Rp 60 triliun.
2. Kenaikan Tajam: Capaian ini melonjak 25,58% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (Rp 43,26 triliun).
Peningkatan ini, kata Amsakar, adalah cerminan tingginya kepercayaan investor terhadap kebijakan BP Batam.
"Kita mesti membangun spirit bersama agar Batam mampu memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.
Momen bersejarah lainnya dalam pertemuan tersebut adalah apresiasi BP Batam, yang diwakili oleh Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra, kepada puluhan pelaku usaha.
Para pengusaha tersebut secara sukarela menghimpun dana CSR untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mengawal proyek ini, pelaku usaha berencana membentuk yayasan. Setelah tuntas, sekolah tersebut akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
Amsakar meyakini kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menjawab kebutuhan industri.
"Saya dan Bu Li Claudia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif para pelaku usaha untuk memajukan pendidikan di Batam. Ini menjadi tonggak sejarah, karena Batam akan memiliki SDM unggul dan berdaya saing," tutup Amsakar. (*)
Redaktur : ZB