Batam

BP Batam dan Johor Bahru Perkuat SIJORI Lewat Investasi

Juliadi | Sabtu 13 Dec 2025 22:02 WIB | 883

BP Batam



Matakepri.com, Batam -- Delegasi Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, mengunjungi Johor Bahru, Malaysia, pada Rabu (10/12/2025). Kunjungan strategis ini merupakan upaya proaktif Batam untuk memperkuat sinergi kawasan dan memperluas peluang kolaborasi investasi dalam bingkai ekosistem Singapore–Johor–Riau (SIJORI).


Agenda utama delegasi berpusat di Invest Malaysia Facilitation Centre Johor (IMFC-J), pusat layanan terpadu yang dibentuk Pemerintah Malaysia. IMFC-J, yang kini menjadi rujukan dalam fasilitasi investasi di Johor, khususnya di wilayah yang diproyeksikan sebagai bagian dari Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ), menjadi titik penting untuk dicermati.


Fary Francis menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar penjajakan kerja sama formal, melainkan fokus pada pembangunan sinergi kebijakan antarkawasan.


“Batam dan Johor berada dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Yang kami dorong adalah bagaimana sinergi ini dapat menjadi kolaborasi yang realistis dan saling menguatkan dalam kerangka SIJORI,” kata Fary.


Dalam pertemuan dengan manajemen IMFC-J, delegasi Batam menelaah mendalam bagaimana layanan satu pintu (one-stop service) dijalankan secara terintegrasi, mencakup perizinan, insentif fiskal, hingga koordinasi lintas lembaga. Pendekatan terpadu ini dinilai berkontribusi besar pada kecepatan realisasi investasi di Johor di tengah ketatnya persaingan regional.


Senior Vice President IMFC-J, Adny Jaffedon Ahmad, menyambut baik langkah BP Batam. 


“Kami menyambut baik komitmen BP Batam dan berharap kerja sama ini dapat menghasilkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak,” ujarnya.


Diskusi antara kedua belah pihak menyoroti isu ketenagakerjaan dan konektivitas kawasan. Kebutuhan tenaga kerja di Johor yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan industrinya dinilai dapat bersinergi dengan Batam yang telah memiliki sumber daya manusia industri yang matang.


Fary menekankan pentingnya pengelolaan peluang ini secara hati-hati: “Konektivitas tenaga kerja perlu dibangun dalam kerangka yang jelas dan saling menguntungkan, sehingga menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak.”


Selain itu, rencana penguatan pelayaran RORO Batam–Johor menjadi fokus. Jalur ini dianggap sebagai prasyarat utama agar integrasi ekonomi SIJORI didukung oleh arus logistik dan mobilitas yang efisien.



Kunjungan dilanjutkan ke kawasan pengembangan Forest City, di mana Regional Vice President Forest City, Syarul Izam, memaparkan rencana pembangunan kawasan. Paparan tersebut secara khusus menampilkan penerapan skema Special Financial Zone (SFZ) yang menawarkan insentif fiskal, kepastian regulasi, serta infrastruktur terintegrasi. SFZ Forest City didesain untuk menarik sektor bernilai tambah seperti jasa keuangan, pariwisata premium, dan logistik.


Menurut Fary, pengalaman Johor dalam mengelola SFZ menjadi bahan perbandingan kebijakan yang berharga bagi Batam.


“Tidak semua model bisa diterapkan secara langsung, tetapi ada pelajaran penting tentang kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan yang relevan untuk Batam,” pungkasnya.


Kunjungan ini menegaskan upaya BP Batam untuk mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka dan komparatif. Dalam ekosistem SIJORI, di mana Batam, Johor, dan Singapura saling bersaing sekaligus saling bergantung, sinergi kawasan kini menjadi kebutuhan mendesak untuk mengembangkan potensi maksimal kedua daerah. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media