Batam

Konjen Singapura Serahkan Bantuan ke Batam, Rudi: Akan Kami Serahkan ke Laboratorium Kemenkes

Juliadi | Sabtu 04 Apr 2020 10:18 WIB | 299

Kesehatan
BP Batam
Sumbangan
Corona


Kepala BP Batam/Walikota Batam Muhammad Rudi saat melihat bantuan dari Konjen Singapura, Jumat (3/4/2020) malam. Foto :


MATAKEPRI.COM BATAM -- Pemerintah Kota (Pemko) kembali mendapatkan bantuan berupa 20.000 test kit dari Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura di Batam.


Penyerahan bantuan ini langsung diterima langsung oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam / Walikota Batam Muhammad Rudi dari Konjen Singapura Mark Low, bertempat di VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (3/4/2020) malam.


Rudi, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Singapura, dalam hal ini Konjen Singapura.


Rudi mengaku, bahwa pihaknya memang telah menanti bantuan ini agar pemeriksaan warga yang terindikasi Covid-19 dapat dilakukan mulai Senin (6/4/2020) mendatang.


“Kemarin sudah kami lakukan penyisiran dan ditemukan 2.065 orang yang harus dites. Itu baru masyarakat umum, belum termasuk para pegawai, baik Pemerintah Kota maupun BP Batam. Dengan hadirnya bantuan ini dapat langsung kita tes, dan bekerja pun lebih tenang,” ungkap Rudi.


Rudi mengatakan, pembatasan pertemuan tidak hanya di tingkat kota saja, melainkan di tingkat Kecamatan juga Ia terapkan. Sedangkan peruntukan alat ini sendiri akan digunakan oleh para tenaga medis di Rumah Sakit rujukan pemerintah daerah.


“Bantuan ini nantinya tidak akan ada di kami. Akan kami serahkan ke laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenmes) yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap. Jadi pemeriksaannya akan dilakukan di Asrama Haji dan Rusun Sagulung, sedangkan hasil pemeriksaannya akan kami serahkan ke laboratorium,” ujar Rudi.


Muhammad Rudi menargetkan 2.065 orang yang terindikasi Covid-19 dapat dites seluruhnya dalam dua minggu ke depan. Sedangkan sebagai langkah preventif, Ia akan memperketat physical distancing bagi masyarakat yang tidak mengindahkan kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.


“Ini bukan karantina wilayah, saya tidak memiliki wewenang untuk itu. Karena kalau karantina wilayah saya harus minta izin dengan Kementerian Kesehatan. Saat ini kita belum melakukan karantina wilayah, karena itu adalah jalan terakhir. Karena jika karantina wilayah dilakukan, seluruh kegiatan ekonomi di Batam akan terhenti. Untuk itu saya ingin masyarakat disiplin menjaga jarak, dan ini akan kita paksa,” tegas Rudi.


Penyerahan bantuan tersebut turut hadir Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Klas I Batam Slamet Mulsiswanto, Direktur BUBU Hang Nadim dan TIK Suwarso dan Kasubdit Pengamanan Aset dan Obyek Vital Direktorat Pengamanan Aset BP Batam Gunadi. (r/Adi)