Batam, News, Kepri

Pengurus Ponpes Islamic Center Nahdlatul Wathan Angkat Bicara Terkait Santri yang Meninggal Dunia

Egi | Jumat 14 Jul 2023 15:14 WIB | 1570




MATAKEPRI.COM BATAM -- Pengurus yayasan Islamic Center Nahdlatul Wathan, Muhammad Fahru Rozi, akhirnya angkat bicara terkait penyebab meninggalnya seorang santri, Kamis (13/7/2023). 


Ia membantah adanya kekerasan yang dialami santri Farhan. Tadi malam, kata dia menerangkan santri Farhan masih dalam keadaan sehat bugar. Teman-temannya bilang mereka sempat bermain-main.


Kemudian para santri pun istirahat, begitu juga dengan santri Farhan. Namun pada tengah malam dia masuk ke ruangan kesehatan. 


Namun saat azan subuh, ada staf patroli bangunankan anak-anak untuk sholat subuh. 


Pada saat diperiksa di ruang kesehatan. Dibangunkan dulu, anak ini tak bangun dan dilihat tubuhnya kejang kejang. Sontak anak-anak patroli pun panik lalu kita bawa ke rumah sakit RS Otorita. 


Namun sesampai disana, korban sudah meninggal dunia dengan kondisi mulutnya berbusa. 


Menurut M Fahru Rozi korban tak pernah mengelu sakit. Korban bahkan sehat. 


Ia sendiri mendengar informasi kejadian itu sekira jam 6 bahwa korban telah meninggal dunia


Polsek Sekupang masih menyelidiki penyebab tewasnya seorang santri di Ponpes Islamic Center Nahdlatul Wathan Tanjung Riau Sekupang.


Tewasnya Santri bernama Farhan Yardagani Putra yang menempuh pendidikan di Ponpes Ponpes Islamic Center Nahdlatul Wathan

diperkirakan terjadi pagi hari. 


Siswa kelas 8 MTS itu sempat dilarikan ke RS Awal Bross Batam, namun nyawanya tak tertolong.


Hal itu diungkapkan Kapolsek Sekupang, Kompol ZAC Tamba saat mendatangi lokasi Ponpes, ia belum dapat memastikan penyebab tewasnya santri tersebut. Ia enggan menduga-duga. 


“Untuk penyebabnya belum dapat kita pastikan, kita masih lakukan penyelidikan. Mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa saksi. Termasuk menunggu hasil visum dari identifikasi,” ujar Kapolsek ZAC Tamba, (egi) 


Redaktur: ZB



Share on Social Media

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait