Batam

Misi Dagang Jatim-Kepri Tembus Rp 4,45 Triliun, Capaian Tertinggi se-Indonesia Tahun 2025

Juliadi | Senin 08 Dec 2025 23:28 WIB | 943

Gubernur Kepri/Wakil Gubernur


Gubenur Khofifah didamping Gubernur Ansar tinjau stan UMKM, Senin (8/12/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, sukses besar menutup rangkaian kegiatan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur tahun 2025 di Provinsi Kepulauan Riau. Digelar di Hotel Wyndham Panbil Batam pada Senin (8/12/2025), acara yang melibatkan 174 pelaku usaha ini mencatatkan nilai transaksi fantastis, sekaligus memecahkan rekor nasional.


“Alhamdulillah, hasil Misi Dagang kali ini menghasilkan komitmen dengan total transaksi final senilai Rp 4.456.849.425.486,” tegas Gubernur Khofifah.


Angka lebih dari Rp 4,45 Triliun ini merupakan total gabungan dari perdagangan antara Jatim-Kepri dan komitmen perdagangan Jatim dengan Malaysia. Capaian ini menjadi yang tertinggi dari 12 penyelenggaraan misi dagang Jatim di berbagai provinsi di Indonesia sepanjang tahun 2025.


Khofifah merinci, transaksi tersebut didominasi oleh penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Jatim dan Malaysia senilai Rp 3.296.254.131.486. Sementara itu, perdagangan bilateral Jatim-Kepri juga menunjukkan angka signifikan:

  1. Jatim Berhasil Menjual ke Kepri: Rp 1.078.695.294.000
  2. Jatim Membeli dari Kepri: Rp 81.900.000.000


"Alhamdulillah dari semua misi dagang sepanjang tahun 2025 ini, capaian ini adalah yang tertinggi," ungkap Khofifah.


Komoditas yang dijual Jatim ke Kepri mencakup beragam produk, mulai dari pangan seperti beras, bawang merah, telur ayam, daging sapi, dan ayam, hingga hasil bumi seperti kopi robusta, vanili, dan kluwak. Sementara Jatim membeli ikan beku (cakalang, layur) dari Kepri.


Selain itu, LOI dengan Malaysia mencakup ekspor tembaga, cassava, frozen coconut cream, dan kerupuk mentah. Bahkan, pelaku usaha Jatim langsung menarik perhatian Atase Perdagangan KBRI Malaysia untuk komoditas ikan dori dan tuna steak.


Khofifah menegaskan bahwa hubungan baik ini akan ditindaklanjuti secara masif, terutama untuk memastikan suplai komoditi ke Kepulauan Riau tetap aman di tengah terganggunya pasokan dari wilayah Sumatera yang sedang tertimpa musibah.


Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyambut baik kerja sama ini, mengingat sebagian besar kebutuhan pokok di Kepri seperti beras dan gula masih disuplai dari Jatim. 


Ia juga berharap kerjasama dapat diperluas hingga ke bidang pariwisata.


Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan posisi Misi Dagang Jatim-Kepri sebagai yang ke-12 di tahun 2025, dengan total komitmen transaksi Misi Dagang Jatim secara keseluruhan periode 2019-2025 telah mencapai Rp 27,35 Triliun.


"Kami berharap, melalui misi dagang ini kita bisa tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama dan sejahtera bersama," pungkas Khofifah. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media