Nasional , News, Hukum & Kriminal
Riki | Jumat 06 Feb 2026 15:23 WIB | 1311
Jeffrey Epstein. (Foto: Ilustrasi)
Matakepri.co.id, Jakarta - Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein. Berkas yang kini dapat diakses publik itu memuat ribuan email, gambar, serta video, termasuk sejumlah nama tokoh dari Indonesia.
Nama Hary Tanoesoedibjo disebut dalam dokumen terkait percakapan sumber FBI mengenai transaksi properti Trump. Pria yang dikenal sebagai Hary Tanoe tersebut adalah pengusaha, politikus, sekaligus pemilik perusahaan Media Nusantara Citra (MNC) Group.
Nama Hary muncul dalam sebuah dokumen yang mencatat percakapan antara 'Confidential Human Source', atau Sumber Rahasia, dengan FBI mengenai statusnya sebagai miliarder dan keterlibatannya dalam pengembangan hotel-hotel Trump.
Dokumen tersebut menuduh bahwa Hary "membeli rumah Trump di Beverly Hills" dengan harga 'inflated', atau lebih tinggi dari harga pasaran.
ABC Indonesia sudah menghubungi Hary Tanoesoedibjo untuk meminta tanggapan mengenai tuduhan ini, namun tidak menerima jawaban hingga artikel ini diterbitkan.
Selain Hary, laporan yang sama juga menyebut nama warga Indonesia lainnya Eka Widjaja, yang tercatat membeli rumah mewah Trump di Beverly Hills seharga $9,5 juta secara tunai.
Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas Group dan salah satu konglomerat Indonesia.
Eka meninggal dunia pada tahun 2019.
Orang Indonesia lain yang tercatat dalam dokumen Epstein adalah Kafrawi Yuliantono.
Dalam salah satu dokumen riwayat email yang ditujukan kepada Jeffrey Epstein, Kafrawi menulis keinginannya untuk melamar pekerjaan di salah satu properti Epstein.
"Sejujurnya, saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Anda dan untuk Anda di salah satu properti Anda, baik di New York maupun Florida," bunyi email tersebut.
"Saya sangat berharap mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim Anda untuk menjaga kediaman Anda dan ikut bepergian bersama Anda."
ABC Indonesia menghubungi Kafrawi untuk menanyakan alasannya ingin melamar pekerjaan di kediaman Epstein.
"Kejadian itu sudah lama sekali, dan saya tidak lolos seleksi," katanya kepada ABC Indonesia.
"Banyak orang memiliki kesempatan yang sama untuk melamar pekerjaan itu [tapi] saya kurang beruntung, karena saya gagal."
Di dalam email tersebut, tercatat bahwa Kafrawi bekerja sebagai 'Banquet Operation Manager' di JW Marriott Hotel Medan.
Sementara itu Pihak DOJ mengingatkan bahwa kehadiran nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindakan kriminal. (Red)
Redaktur: ZB