Kuliner, Batam, Nasional , News
Riki | Rabu 25 Feb 2026 16:00 WIB | 542
Menu MBG pada bulan Ramadan yang diterima pelajar di Lampung. (Liputan6.com)
Matakepri.co.id, Jakarta - Media sosial diramaikan keluhan mengenai kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Sejumlah warganet menuding adanya korupsi anggaran yang membuat sajian MBG “jauh dari standar”.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar. Ia mengatakan kenaikan harga pangan menjelang Idul Fitri menjadi penyebab utama perubahan menu.
Menurut Nanik, anggaran MBG untuk balita hingga kelas 3 SD hanya Rp 8.000, sementara kelas 4 SD ke atas Rp 10.000 per paket. Dengan melonjaknya harga telur, ubi, kacang-kacangan, gula merah, tepung, hingga susu, kualitas menu ikut terdampak.
BGN sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026, yang mengarahkan penggunaan pangan lokal dalam MBG Ramadan, seperti telur asin, abon, dendeng, buah, hingga kurma.
Pada masa cuti Lebaran 18–24 Maret 2026, MBG didistribusikan lebih awal dalam bentuk paket bundling pangan sehat untuk konsumsi maksimal tiga hari.
BGN meminta masyarakat tidak terjebak isu liar dan memastikan bahwa program MBG tetap berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan. (Red)
Redaktur: ZB