Batam, News
Riki | Sabtu 07 Mar 2026 14:03 WIB | 854
Proses pencarian korban tragedi kapal tug boat di PT ASL. (Foto: Egi)
Matakepri.com, Batam - Kecelakaan laut terjadi di perairan galangan kapal ASL Shipyard Indonesia, Batu Aji, Batam, Jumat (6/3/2026) sore. Sebuah tug boat yang sedang memandu kapal untuk sandar dilaporkan terbalik saat cuaca buruk.
Dalam insiden tersebut, tiga kru meninggal dunia, satu orang berhasil selamat, sementara satu kru lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim penyelamat.
Saat kejadian, tug boat tersebut diawaki lima kru. Satu orang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga kru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik.
Ketiga korban telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Sementara satu kru lainnya, Yusuf Tankin, masih belum ditemukan dan diduga terjebak di dalam badan kapal yang terbalik.
Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizky Subagyo melalui Wakapolsek Iptu Andi Pakpahan membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tug boat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat hujan deras dan angin kencang,” ujar Andi.
Menurutnya, cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kapal tunda kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Saat ini, pihak kepolisian bersama tim SAR gabungan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan sekaligus melanjutkan pencarian terhadap kru yang masih hilang.
Suasana duka pun menyelimuti kamar jenazah RS Mutiara Aini. Sejumlah keluarga korban tampak menangis setelah mengetahui anggota keluarga mereka menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Beberapa istri korban bahkan terlihat histeris saat menunggu proses identifikasi jenazah.
Sementara itu, tim penyelamat juga sempat menduga korban yang masih hilang kemungkinan berada di dalam badan kapal. Namun hingga Jumat malam, kondisi korban belum dapat dipastikan karena posisi kapal yang terbalik menyulitkan proses evakuasi. (Egi)
Redaktur: ZB