Batam
Juliadi | Senin 06 Apr 2026 21:54 WIB | 524
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin dan HMNI, Senon (6/4/2026). Foto : Humas Polda Kepri
Matakepri.co.id, Batam -- Sebagai wilayah yang didominasi oleh lautan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kepulauan Riau (Kepri) memegang peranan vital dalam arsitektur keamanan nasional. Menyadari kompleksitas tantangan di lapangan, Polda Kepri menggelar audiensi strategis bersama Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepri di Ruang Kerja Kapolda, Senin (6/4/2026).
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menyoroti kerawanan Selat Malaka. Sebagai salah satu choke point maritim dunia, wilayah ini rentan terhadap kejahatan lintas negara (transnational crimes).
Dalam dialog tersebut, Ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi dengan nelayan adalah kunci deteksi dini. Nelayan diharapkan tidak hanya fokus pada hasil laut, tetapi juga menjadi mitra Polri dalam memantau pergerakan mencurigakan, mulai dari penyelundupan narkotika hingga praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kerap memanfaatkan "jalur tikus" dengan kedok aktivitas nelayan.
"Komunikasi adalah kunci. Kami ingin para nelayan memiliki ketahanan dari pengaruh aktivitas ilegal dan berani menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kamtibmas," ujarnya, disela-sela kegiatan.
HMNI Kepri dalam kesempatan ini membawa suara dari pelosok perairan, khususnya terkait keterbatasan sarana prasarana pengamanan di wilayah Kepulauan Anambas dan dinamika operasional di Natuna. Kesenjangan armada pengamanan laut menjadi isu krusial yang langsung direspons oleh Kapolda dengan janji evaluasi dan tindak lanjut penambahan kekuatan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, memastikan bahwa jajaran Polresta Tanjungpinang akan mengawal seluruh rangkaian acara mulai dari seminar nasional hingga lomba tradisional agar menjadi momentum kebangkitan maritim yang aman dan bermartabat.
"Kehadiran Polri di tengah nelayan diharapkan mampu menciptakan rasa aman, sehingga aktivitas ekonomi di laut dapat berjalan maksimal tanpa bayang-bayang kriminalitas," ungkapnya. (Adi)
Redaktur : ZB