Batam
Juliadi | Sabtu 11 Apr 2026 19:24 WIB | 518
menghadirkan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Sabtu (11/4/2026). Foto : Humas Polresta Barelang
Matakepri.co.id, Batam -- Keamanan sebuah kota tidak hanya bertumpu pada pundak aparat kepolisian, namun merupakan hasil kolaborasi kolektif seluruh elemen masyarakat. Semangat itulah yang melandasi kegiatan Sosialisasi dan Edukasi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) di Hotel Golden View, Kecamatan Bengkong, Sabtu (11/4/2026).
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, sebagai narasumber utama menyampaikan, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat, ia memaparkan potret keamanan Batam di tengah dinamika tahun 2026 yang kian kompleks.
Ia juga mengapresiasi atas terjaganya situasi kamtibmas di Batam yang tetap kondusif. Namun, ia memberi catatan tebal pada perkembangan geopolitik internasional dan percepatan arus informasi digital yang bisa menjadi pemantik gangguan di tingkat lokal.
"Kita hidup di era di mana informasi menyebar lebih cepat dari fakta. ATHG saat ini tidak selalu berbentuk fisik, tapi juga berupa disinformasi yang bisa memecah belah persatuan. Masyarakat harus menjadi filter pertama bagi informasi yang mereka terima," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa posisi strategis Batam sebagai pintu gerbang internasional menuntut kewaspadaan tinggi terhadap ancaman transnasional.
Sebagai solusinya, ia mengajak warga memanfaatkan Call Center 110, sebuah layanan pelaporan cepat yang terintegrasi untuk menjamin respons kilat kepolisian.
"Kami melakukan pendekatan berlapis. Mulai dari edukasi ke sekolah-sekolah (preemtif), patroli rutin (preventif), hingga tindakan tegas di lapangan (represif). Dukungan informasi dari Bapak Ibu sekalian melalui FKDM adalah amunisi utama kami dalam menindak pelabuhan ilegal tersebut," pungksnya. (Adi)
Redakdur : ZB