Batam
Juliadi | Sabtu 25 Apr 2026 14:03 WIB | 264
kampanye #Cari_Aman. (Foto : Adi)
Matakepri.co.id, Batam -- Bagi pengendara sepeda motor, kehilangan kendali atas kendaraan di tengah kecepatan tinggi adalah situasi yang menegangkan. Ban selip atau skid sering kali terjadi dalam hitungan detik, mengubah perjalanan rutin menjadi situasi darurat yang berisiko kecelakaan.
Namun, benarkah selip hanya terjadi karena faktor jalan yang licin? Ternyata, perilaku pengendara memegang peranan krusial. PT Capella Dinamik Nusantara melalui tim Safety Riding-nya membedah secara mendalam jenis-jenis selip dan bagaimana cara mengatasinya agar tetap selamat di jalan raya.
Menurut Christofer Valentino, Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, ada tiga skenario utama yang sering menjebak pengendara:
1. Braking Skid (Rem Terkunci): Sering kali disebut sebagai Panic Braking. Saat ada bahaya mendadak, insting manusia cenderung menekan rem sekuat tenaga. Padahal, roda yang terkunci justru menghilangkan kemampuan manuver, membuat objek di depan mustahil dihindari.
2. Power Skid (Akselerasi Agresif): Membuka gas secara instan di atas permukaan pasir atau tanah basah akan membuat roda belakang berputar lebih cepat dari daya cengkeramnya. Hasilnya, bagian belakang motor akan "membuang" ke samping.
3. Cornering Skid (Gagal Menikung): Ketimpangan traksi antara roda depan dan belakang saat di tikungan sering kali berakhir fatal. Kecepatan yang terlalu tinggi sebelum masuk tikungan menjadi penyebab utama kondisi ini.
Ia menekankan bahwa keselamatan adalah perpaduan antara kesiapan alat dan kewaspadaan mental.
Melalui kampanye #Cari_Aman, ia membagikan empat pilar utama untuk menghindari bahaya selip:
1. Kesehatan Ban Adalah Kunci: Ban yang sudah botak atau sejajar dengan Tread Wear Indicators (TWI) tidak memiliki ruang untuk "membuang" air atau mencengkeram aspal. Selain itu, hindari modifikasi ban dengan ukuran kecil (ban cacing) karena sangat rentan terhadap benturan dan kehilangan traksi.
2. Manajemen Tekanan Angin: Tekanan yang terlalu tinggi membuat luas bidang kontak ban dengan jalan mengecil, sementara tekanan rendah membuat konsumsi BBM boros. Pastikan selalu mengikuti standar pabrikan.
3. Pemetaan Rute: Pengendara yang cerdas adalah mereka yang mampu membaca medan. Menghindari genangan air, area berpasir, atau jalanan rusak adalah langkah preventif yang jauh lebih efektif daripada mengandalkan skill pemulihan selip.
4. Pemanfaatan Teknologi: Saat ini, teknologi seperti ABS (Anti-lock Braking System) pada motor Honda menjadi penyelamat saat situasi pengereman darurat, mencegah roda terkunci secara otomatis.
Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, menyatakan bahwa edukasi ini adalah bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan seminar dan tips keselamatan bagi masyarakat Kepri.
“Kami ingin budaya berkendara aman bukan lagi sekadar himbauan, tapi menjadi gaya hidup. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kolektif yang harus kita jaga bersama,” tegasnya, kepada Matakepri.co.id, di lokasi, Sabtu (25/4/2026)
Dengan pemahaman teknik yang benar dan kondisi motor yang prima, risiko ban selip bisa ditekan seminimal mungkin, menciptakan ruang jalan raya yang lebih aman bagi semua orang. (Adi)
Redaktur : ZB