Batam

Polemik Pernyataan Pulangkan Pendatang, Li Claudia Beri Klarifikasi

Juliadi | Senin 04 May 2026 11:11 WIB | 475

Pemko Batam


Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra diacara May Day 2026. (Foto: Adi)


Matakepri.co.id, Batam --   Pernyataan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terkait penertiban administrasi kependudukan dan arus pendatang baru-baru ini menjadi sorotan tajam di media sosial. Ungkapan tersebut memicu polemik di tengah masyarakat, terutama mengingat tingginya dinamika urbanisasi di Kota Batam sebagai kawasan industri strategis.


Dalam video yang beredar luas, Li Claudia menyoroti pentingnya penataan identitas penduduk bagi mereka yang ingin menetap di Batam. 


Ia menekankan perlunya tindakan tegas bagi pendatang yang tidak memiliki tujuan jelas.


"Kalau bukan orang Batam, datang ke sini tidak bekerja, mencuri, sebaiknya dipulangkan," ujar Li Claudia dalam potongan video yang memicu perdebatan tersebut.


Menanggapi ramainya komentar dan kritik yang muncul, Li Claudia segera memberikan klarifikasi pada Senin (4/5/2026). 


Ia membantah keras bahwa pernyataannya tersebut bermuatan diskriminatif atau ditujukan untuk menyudutkan kelompok masyarakat tertentu.


Menurutnya, kebijakan yang ia sampaikan murni berorientasi pada pembenahan tata kelola administrasi kependudukan agar Kota Batam menjadi lebih tertata dan aman bagi seluruh warganya.


"Saya tidak ada niat apa-apa. Kan kami lagi niat benahi Batam. Mungkin mereka tidak mengerti," tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa semangat membenahi Batam yang ia usung tidak hanya terbatas pada masalah kependudukan, tetapi juga menyentuh aspek krusial lainnya, yaitu kelestarian lingkungan dan infrastruktur.


Ia mengingatkan masyarakat akan bahaya aktivitas ilegal yang dapat merusak fasilitas umum, seperti pengambilan pasir secara sembarangan yang berpotensi menyebabkan kerusakan jalan.


"Kemarin sudah kami kasih tahu, pasir itu bahaya, nanti akan terjadi pergeseran tanah. Nanti jalanan akan retak, yang rugi adalah kita nggak bisa ke bandara. Sama pohon saya yang baru ditanam, emak-emak punya pohon, Bougenville," ujarnya.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpecah belah oleh narasi yang berkembang. 


Ia berharap warga Batam dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga kota kebanggaan mereka.


"Jaga keamanan, jaga lingkungan kota yang kita cintai," pungkasnya. (Adi)


Redaktur : ZB


Share on Social Media