Karimun, News, Kepri
Egi | Selasa 26 May 2026 20:11 WIB | 306
Kelapa tua (foto: istimewa)
Matekepri.co.id Karimun - Kebijakan baru pemerintah terkait penerapan sistem eksportasi satu pintu mulai memicu tanda tanya besar di tingkat akar rumput. Di tengah ambisi besar menata tata niaga komoditas, jeritan justru terdengar dari para petani kelapa tua di daerah, salah satunya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Sejak awal tahun, harga kelapa terus terjun bebas. Di tingkat petani, harga komoditas ini merosot jauh dari angka normal. Pihak pabrik, hingga tengkulak olahan kelapa secara perlahan memangkas harga beli sejak Januari Rp.4,200 / Kg, Hingga hari ini harga kelapa tua kandas di angka Rp2.300 / kilogram.
Asrul, salah satu petani kelapa di Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, mengungkapkan keluh kesahnya menghadapi situasi yang kian mencekik ini. Menurutnya, kelapa di Tanjung Batu seolah kehilangan nilainya dari hari ke hari.
"Januari lalu sempat dihargai Rp4.200 / kilogram. Setelah itu turun terus tanpa ampun, sampai hari ini menyentuh Rp2.300 / kilogram," ujar Asrul dengan nada kecewa, Selasa (25/5/2026) malam.
Ia menambahkan, penurunan harga yang drastis ini membuat para petani menjerit. Pendapatan yang diterima sudah tidak seimbang dengan biaya operasional, Ujarnya Asrul.
"Harga jual sekarang tidak menutup biaya perawatan. Harga pupuk mahal, racun pengusir hama juga tinggi, belum lagi biaya perawatan lainnya. Ditambah lagi, cuaca di Kepulauan Riau sedang tidak menentu sebentar hujan, lalu tiba-tiba panas terik. Ini sangat memengaruhi hasil panen," keluhnya.
Sedangkan Harga di Pasar Kota Batam dan Tanjung karimun Harga Santan kelapa Murni Menyentuh Harga Rp.40.000 / Perkilo, untuk Santan tidak Murni seharga Rp.18.000 / Kilogram.
Redaksi nalurikepri.com sudah berusaha mengkonfirmasi perihal keluhan harga hilirisasi kelapa tua di pasar tanjung balai Karimun melalui sambungan telefon WhatsApp, namun ketiga nomer kepala Disperindag Karimun tidak Tersambung.(Egi)
Redaktur: ZB