Batam, News
Egi | Sabtu 30 May 2026 15:15 WIB | 171
Petugas Satpolair Polresta Barelang bersih-bersihkan masjid kawasan Lubuk Baja (foto: Satpolair Polresta Barelang)
Matakepri.co.id Batam - Pemandangan berbeda terlihat di kawasan pesisir Tanjung Teritip dan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Di tengah teriknya matahari, sejumlah personel Satpolairud Polresta Barelang tampak sibuk membersihkan lingkungan sekolah dan rumah ibadah bersama warga.
Bukan untuk menjalankan tugas penegakan hukum, para polisi tersebut datang membawa sapu, kantong sampah, dan semangat gotong royong. Mereka memungut sampah yang berserakan, membersihkan halaman, hingga menata lingkungan agar lebih rapi dan nyaman digunakan masyarakat.
Kegiatan bakti bersih itu dipimpin Kanit Patroli Satpolairud Polresta Barelang, Bripka Candra Kirana, bersama Bripda M. Erlangga, Bripda Boy, dan Bripda M. Amirulshah. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari warga yang melihat langsung kepedulian polisi terhadap kebersihan lingkungan.
Bagi masyarakat pesisir, aksi sederhana tersebut memiliki makna yang besar. Kehadiran polisi yang biasanya identik dengan patroli keamanan kali ini menunjukkan sisi lain sebagai pelayan masyarakat yang peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Tidak hanya membersihkan area sekolah dan tempat ibadah, personel Satpolairud juga mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Mereka memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi anak-anak belajar, masyarakat beribadah, serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Satpolairud Polresta Barelang ingin menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu menyelesaikan persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung pun menjadi nilai positif tersendiri. Warga dan personel polisi bekerja berdampingan tanpa sekat, menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman dan kondusif. Lingkungan sekolah dan rumah ibadah tampak lebih bersih dan tertata. Bagi warga Tanjung Teritip dan Tanjung Uma, kehadiran polisi hari itu bukan hanya membantu membersihkan lingkungan, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.(Egi)
Redaktur: ZB