Batam, News
| Senin 09 Jan 2023 10:19 WIB | 1658
Ilustrasi bully atau perundungan oleh teman sendiri. (F: Huffington Post)
MATAKEPRI.COM BATAM - SI (17), mantan siswi SMK Satu
Bangsa Harmoni, Bengkong, Batam, Kepri, terpaksa memilih untuk berpindah
sekolah karena dugaan perundungan yang dilakukan teman sekolah dan guru. Indra,
orangtua korban, mengatakan bahwa anaknya harus menjalani sesi terapi oleh
psikiater akibat trauma dari perundungan itu.
Indra mengaku, awal perundungan ini
bermula dari izin selama tiga hari terhadap wali kelasnya berinisial G
dikarenakan kegiatan keluarga yang diadakan di luar Kota Batam. Namun, dari
informasi yang didapat, wali kelas tersebut mendapat tekanan dari siswa
lainnya, sehingga SI tidak diberikan izin dan mendapat alpa pada absensi murid.
"Hal ini diketahui dari konten
YouTube yang dibuat oleh oknum guru berinisial G. Di sana sebenarnya dia ingin
memberikan izin, namun teman sekelasnya meminta agar anak saya diberikan alfa
saja pada absensi," terang Indra. Setelah konten tersebut diunggah,
beberapa hari setelahnya oknum guru tersebut diketahui telah dikeluarkan dari
sekolah itu.
Namun, hal ini kemudian membawa dampak negatif
terhadap SI, yang kemudian disebut sebagai "biang kerok" hingga oknum
guru di sekolah tersebut dipecat oleh pihak sekolah. Baca juga: Diduga Dibully
Teman, Mahasiswi Unsoed Purwokerto Coba Bunuh Diri di Kampus Dikarenakan
tuduhan ini, SI kemudian dikucilkan oleh teman sekelasnya.
Tidak hanya teman sekelasnya, bahkan
tuduhan "biang kerok" ini juga disematkan oleh oknum guru lainnya
yang menjadi tenaga pengajar di kelas SI. "Salah satu oknum guru lain
berinisial AH, kemudian menjadi provokator dan kerap menyebut anak saya menjadi
penyebab G dikeluarkan.
Hal ini kemudian disambut oleh teman-teman SI. Karena tindakan provokasi ini dilakukan disaat AH tengah mengajar," tegas Indra. Perundungan guru dan murid terhadap SI itu terus berlanjut setiap hari. Hingga akhirnya AH, menuding SI mendapatkan nilai bagus karena hasil menyontek. (NT/r/kom)
Redaktur: ZB