Karimun
Egi | Senin 13 Jul 2026 22:53 WIB | 41
Kapal nelayan yang terombang-ambing di tengah laut (foto: Basarnas)
Matakepri.co.id Karimun – Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan dua nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan perbatasan Karimun Anak-Malaysia akibat kerusakan mesin kapal yang mereka gunakan untuk mencari ikan, Minggu malam.
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Iwan dan Reza. Mereka berangkat melaut menggunakan sebuah longboat untuk menjaring ikan sejak pukul 14.00 WIB. Namun, sekitar pukul 17.15 WIB, kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan gangguan pada aki sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi darurat, keduanya sempat berupaya meminta bantuan kepada kapal ferry yang melintas di sekitar lokasi. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Informasi mengenai kejadian itu kemudian diterima Pos SAR Tanjung Balai Karimun (TBK) melalui laporan dari Bea Cukai pada pukul 20.50 WIB.
Menerima laporan tersebut, Basarnas Tanjungpinang bersama unsur Potensi SAR langsung bergerak cepat. Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dan mengerahkan personel Pos SAR TBK menggunakan speedboat milik Lanal Tanjung Balai Karimun menuju titik lokasi yang diperkirakan berada sekitar 11,20 mil laut dari dermaga.
Upaya pencarian berlangsung di tengah kondisi malam hari. Berkat koordinasi yang baik antar unsur SAR, kedua nelayan akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 21.55 WIB dalam keadaan selamat. Posisi korban ditemukan sekitar 1,8 mil laut dari titik awal yang dilaporkan.
Setelah ditemukan, Iwan dan Reza segera dievakuasi menuju lokasi aman di Pulau Buru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Keberhasilan evakuasi ini sekaligus menandai berakhirnya Operasi SAR hari pertama (H1). Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan evaluasi atau debriefing guna meninjau pelaksanaan operasi penyelamatan yang berlangsung aman dan lancar.
Basarnas Tanjungpinang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Seluruh personel dan potensi SAR yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing setelah operasi resmi ditutup.
Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antar instansi dalam merespons situasi darurat di wilayah perairan, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.(Egi)
Redaktur: ZB