Batam
Batam Target Asia Tenggara, Wali Kota Papar Strategi 6,69%
Juliadi |
Jumat 26 Sep 2025 00:32 WIB
|
1020
Pemko Batam
Japan Indonesia Local Administration Seminar 2025 di Jakarta (25/9/2025). Foto : Diskominfo Batam
Matakepri.com, Jakarta -- Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membawa optimisme tinggi dari Batam ke kancah internasional. Dalam ajang Japan Indonesia Local Administration Seminar 2025 di Jakarta (25/9/2025).
Amsakar memaparkan keberhasilan Batam dalam mengelola keuangan dan pertumbuhan daerah yang berkelanjutan, dengan ambisi menempatkan Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata unggulan di Asia Tenggara.
Seminar ini merupakan inisiatif strategis antara Kementerian Dalam Negeri RI dan Ministry of Internal Affairs and Communication (MIC) Japan, yang berfokus pada penguatan tata kelola dan pembiayaan daerah.
Dalam sesi presentasi berjudul “Strategi untuk Mendukung Pembangunan Daerah", Amsakar menyoroti keunggulan Batam. Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas dengan letak geografis yang strategis, Batam telah membuktikan diri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi Batam 2024 yang mencapai 6,69 persen, jauh melampaui rata-rata nasional (5,03 persen) dan provinsi (5,02 persen).
“Pertumbuhan yang positif ini adalah bukti bahwa pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Pemerintah bertekad menjaga iklim investasi sambil memastikan hasil pembangunan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Amsakar.
Kontribusi Batam tidak hanya datang dari industri, namun juga pariwisata. Dengan 1.326.831 kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024, Batam secara efektif berfungsi sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia.
Amsakar juga menekankan pentingnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana empat sektor pajak daerah—PBJT, PBB-P2, BPHTB, dan pajak reklame—menjadi kontributor terbesar. Pengelolaan PAD yang efektif ini menjadi modal fundamental untuk pembiayaan pembangunan.
“Semua capaian ini menjadi modal kuat. Kami sangat optimistis Batam dapat menjadi pusat investasi dan pariwisata unggulan di Asia Tenggara,” tegas Wali Kota Amsakar di hadapan delegasi Indonesia dan Jepang.
Forum ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk adopsi model tata kelola yang adaptif dan berorientasi pada hasil (result-based governance), yang akan diterapkan demi pembangunan daerah yang inklusif dan efisien, termasuk di Batam. (***)
Redaktur : ZB
Share on Social Media