Batam
HSN 2025, Amsakar Tegaskan Dukungan Negara Kuat Bagi Pesantren
Juliadi |
Rabu 22 Oct 2025 11:40 WIB
|
742
Pemko Batam
Para Santri se-Kota Batam ikuti upacara HSN 2025, Rabu (22/10/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Ribuan santri dari berbagai pesantren se-Kota Batam memadati Dataran Engku Putri pada Rabu (22/10/2025) untuk mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung khidmat, dihadiri Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Forkopimda, dan pimpinan Kantor Kemenag Batam.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” menandai satu dekade penetapan Hari Santri oleh pemerintah.
Duka Atas Musibah Sidoarjo
Dalam sambutan, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang dibacakan Amsakar, menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
“Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Momen ini menjadi pengingat pentingnya perbaikan sarana dan keselamatan di lingkungan pendidikan keagamaan,” ucap Amsakar.
Amsakar kemudian menilik kembali sejarah penting tanggal 22 Oktober, yang merujuk pada Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tahun 1945. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini adalah buah perjuangan para ulama dan syuhada.
“Dari semangat jihad itulah lahir keberanian dan persatuan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan,” kata Amsakar.
Oleh karena itu, ia meminta santri terus mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Santri di Batam didorong untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus adaptif terhadap teknologi, sains, dan bahasa dunia.
"Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton," ujarnya.
Lebih lanjut, Amsakar menyampaikan apresiasi atas perhatian negara yang semakin kuat terhadap pesantren, terutama setelah disahkannya UU Nomor 18 Tahun 2019.
Pengakuan ini diperkuat dengan keterlibatan pesantren dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Kedua program ini menjadi sejarah baru bagi santri. Asupan gizi dan kesehatan yang baik adalah investasi masa depan bangsa," tutupnya. (Adi)
Redaktur : ZB
Share on Social Media