Batam
Juliadi | Senin 09 Feb 2026 19:33 WIB | 745
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Minggu (8/2/2026). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Masa depan ketahanan pangan Kepulauan Riau tak lagi boleh hanya bergantung pada hasil mentah. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa strategi hilirisasi pangan lokal adalah harga mati untuk memperkuat kedaulatan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Focus Group Discussion (FGD) "Akselerasi Hilirisasi Sektor Ketahanan Pangan Lokal" yang digelar di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Minggu (8/2/2026).
Amsakar memberikan apresiasi tinggi kepada DPD HKTI Kepri yang telah menginisiasi forum ini. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI yang menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai pilar utama stabilitas negara.
"Jangan lagi kita sekadar menjual bahan mentah. Kita harus mengolahnya agar memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Itulah esensi hilirisasi," tegas Amsakar di hadapan sekitar 250 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga kelompok tani dan nelayan.
Dalam visinya, Amsakar menginginkan perubahan peran bagi para produsen pangan di Batam dan Kepri:
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemerintah, akademisi, dan praktisi wajib memberikan pendampingan nyata (bukan sekadar teori) untuk memecahkan masalah di lapangan.
Kualitas SDM: Ketahanan pangan sejati hanya bisa tercapai jika SDM-nya berdaya dan berkualitas.
"Ketika petani semakin berkualitas dan nelayan semakin berdaya, di situlah makna sejati ketahanan pangan. Hilirisasi bertujuan menumbuhkan kemandirian," pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB