Batam

Amsakar Achmad Pimpin Pembukaan Rakernas ADEKSI 2026

Juliadi | Selasa 10 Feb 2026 11:22 WIB | 1678

Pemko Batam


Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memukul gong, Senin (9/2/2026). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Kota Batam kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat pertemuan strategis nasional. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Rakernas ADEKSI) Tahun 2026 di Planet Holiday Hotel, Senin (9/2/2026).


Amsakar menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Batam sebagai tuan rumah. Ia menilai kepercayaan ADEKSI ini bukan sekadar seremoni, melainkan motivasi besar bagi Batam untuk terus menunjukkan kolaborasi antarlembaga yang solid.


Menariknya, di hadapan para anggota DPRD se-Indonesia, Amsakar memaparkan keunikan model kepemimpinan di Batam yang kini menjadi contoh efektivitas birokrasi.


Sebagai Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam (ex-officio), ia menjelaskan bagaimana dua lembaga besar ini kini mampu berjalan seirama.


“Dua lembaga kini berjalan searah karena dipimpin oleh orang yang sama. Hal ini membuat proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di Batam menjadi lebih efektif dan cepat,” ujar Amsakar.


Amsakar juga membawa kabar baik bagi dunia investasi yang disambut antusias oleh peserta Rakernas. Berkat terbitnya PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, Batam kini memiliki kewenangan penuh terkait perizinan berbasis risiko.


Transformasi ini mengubah wajah pelayanan publik di Batam menjadi lebih ringkas dan kompetitif:

  1. Sentralisasi Layanan: Seluruh perizinan kini tuntas di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam.
  2. Efisiensi Waktu: Investor tidak lagi perlu melakukan perjalanan ke Jakarta untuk urusan administratif.

  3. Daya Saing Regional: Kemudahan ini dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.


“Ini merupakan bentuk kepercayaan besar pemerintah pusat kepada Batam. Investor cukup di sini saja, semua beres di Batam,” tegasnya.


Amsakar mengajak seluruh jajaran ADEKSI untuk membawa semangat kolaborasi dari Batam kembali ke daerah masing-masing.


Ia menekankan bahwa sinergi antara DPRD (legislatif) dan Pemerintah Kota (eksekutif) adalah kunci utama untuk melahirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.


"Dengan sejarah panjang yang dimulai sejak 1969 hingga menjadi daerah otonom yang maju, Batam hari ini berdiri sebagai bukti nyata bahwa koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah mampu menciptakan pusat industri, pariwisata, dan logistik yang disegani di level regional," pungkasnya. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media