Batam

Rutan Batam Geser 60 Warga Binaan ke Lapas Batam

Juliadi | Kamis 12 Feb 2026 20:46 WIB | 710

Lapas/Rutan/LPKA/LPP


Peneyerahkan Warga binaan dari petugas Rutan ke Lapas Batam, Kamis (12/2/2026). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam kembali mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan kualitas pembinaan. Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi dimutasi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam, Senin (12/2/2026).


Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret untuk menekan angka kelebihan kapasitas (overcrowded) sekaligus memastikan setiap warga binaan mendapatkan program pembinaan yang lebih spesifik di tingkat Lapas.


Sejak matahari baru saja terbit, suasana di Rutan Batam sudah tampak sibuk namun tertib. Dibawah pengawalan ketat petugas, ke-60 warga binaan menjalani serangkaian prosedur wajib sebelum diberangkatkan, meliputi:

  1. Pemeriksaan Administrasi: Memastikan berkas hukum telah lengkap dan sesuai.
  2. Cek Kesehatan: Menjamin seluruh warga binaan dalam kondisi fit untuk dipindahkan.

  3. Pengamanan Standar: Pengawalan melekat hingga rombongan tiba di Lapas Batam dengan aman.


Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan bahwa mutasi ini adalah bagian dari manajemen organisasi pemasyarakatan yang sehat.


“Mutasi ini adalah langkah konkret kami dalam mengurangi overcrowded. Dengan hunian yang lebih terkendali, kami bisa memastikan pelayanan dan program pembinaan berjalan lebih maksimal dan kondusif,” ujar Fajar.

Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi intens dengan pihak Lapas Batam telah dilakukan jauh-jauh hari agar proses transisi warga binaan—baik dari segi keamanan maupun administrasi—berjalan tanpa kendala.


Pemindahan ini menjadi "babak baru" bagi para warga binaan. Di Lapas Batam nanti, mereka diproyeksikan untuk mengikuti program pembinaan yang lebih mendalam, mulai dari:

  1. Pembinaan Kepribadian: Penguatan mental dan spiritual.

  2. Pelatihan Kemandirian: Asah keterampilan praktis sebagai modal utama untuk kembali ke masyarakat (reintegrasi sosial).


"Dengan semangat transformasi pemasyarakatan yang humanis dan profesional, Rutan Kelas IIA Batam terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga produktif secara mental bagi para penghuninya," pungkas Fajar. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media