News

Pengangguran 'Terdidik' di Kota Ini Membludak

| Jumat 05 May 2017 20:05 WIB | 1224

Sejarah
Pembangunan


ilustrasi


MATAKEPRI.COM, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat lulusan perguruan tinggi atau sarjana, mendominasi angka tingkat pengangguran terbuka di provinsi itu dengan komposisi mencapai 8,12 persen dari total angkatan kerja 2,62 juta orang.

"Jika pada Agustus 2016 tingkat pengangguran terbuka didominasi oleh lulusan SMA, pada Februari 2017 bergeser menjadi sarjana," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat dalam pemaparan keadaaan ketenagakerjaan di provinsi itu sebagaimana dilansir antara.

Ia menilai tingginya penganggur lulusan sarjana di Sumbar disebabkan oleh terbatasnya lowongan kerja yang sesuai untuk mereka.

Akan tetapi kalau para sarjana merantau ke daerah lain biasanya mau melakukan pekerjaan apa saja, tapi kalau di daerah sendiri agak enggan, katanya.

Ia menyampaikan penyerapan tenaga kerja di Sumbar hingga Februari 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SMP ke bawah sebanyak 1.393.760 orang atau 56,52 persen dan SMA serta SMK sebanyak 700.340 orang atau 28,40 persen.

Saat ini penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 371.870 orang terdiri atas diploma 116.020 orang atau 4,70 persen dan universitas 255.850 orang atau 10,38 persen, kata dia.

Akan tetapi ia melihat terjadi perbaikan kualitas tenaga kerja yang ditandai dengan berkurangnya penduduk bekerja dengan pendidikan SMA ke bawah dan meningkatnya tenaga kerja berpendidikan diploma dan sarjana.

Tenaga kerja berpendidikan tinggi naik dari 328.570 orang atau 13,54 persen pada Februari 2016 menjadi 371.870 orang atau 15,08 persen pada Februari 2017, ujar dia.

Berdasarkan lapangan pekerjaan sektor pertanian, perdagangan, jasa serta industri masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Sumbar.

Penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 908.290 orang atau 36,83 persen, sektor perdagangan 569.300 orang atau 23,09 persen, kata dia.

Kemudian pada Februari 2017 sebanyak 868.150 orang atau 35,21 persen bekerja pada sektor formal dan 1,60 juta orang atau 64,97 persen bekerja pada sektor informal, lanjut dia.

Ia menyebutkan jumlah pengangguran pada Februari 2017 mencapai 151.900 orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,80 persen.

Pada sisi lain jumlah angkatan kerja di Sumbar pada Agustus 2016 mencapai 2,617.870 orang atau bertambah 40.830 orang dibanding Februari 2016 yang mencapai 2.473.810 orang.

Sukardi menjelaskan angkatan kerja adalah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja.

Ia menambahkan penganggur terbuka adalah masyarakat yang tidak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha, atau tidak mencari kerja karena merasa tidak mungkin mendapatkannya serta mereka yang sudah punya pekerjaan tapi belum mulai bekerja.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pihaknya berupaya menekan angka pengangguran di daerah itu melalui pengembangan usaha kecil menengah (UKM) skala rumah tangga dalam bentuk pemberian modal kerja.

"Salah satu upaya yang dilakukan dengan program pemberdayaan ekonomi berupa pengembangan usaha skala rumah tangga sesuai dengan semangat warga Sumbar yang memiliki jiwa dagang," kata dia.

Ia menilai pembangunan pengembangan industri yang berbasis padat karya tidak tepat untuk Sumbar karena karakter orangnya yang tidak suka bekerja pada sektor perburuhan, ujarnya.(*)