Batam, News, Politik, Kepri

Jadilah Tuan di Negeri Sendiri, Amat Tantoso Dukung Ansar dan Marlin di Pilgub Kepri

Egi | Minggu 29 Nov 2020 23:53 WIB | 260



Datok Amat Tantoso sebagai Pendiri dan juga Ketua Umum yang pertama Kerabat-Barkad (foto:egi)


MATAKEPRI.COM BATAM -- Pendiri Kerukunan Keluarga Besar Kabupaten Karimun Batam (Kerabat) dan Barisan Keamanan Daerah (Barkad) Kota Batam akan mendukung Ansar Ahmad dan Marlin Agustina Rudi di Pemilihan Kepala Daerah di Kepri.


Hal itu sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pencalonan Ketua Umum Kerabat-Barkad Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, yang akan maju dalam pencalonan Wakil Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah di Kepri bulan Desember mendatang.


"Jadilah tuan di negeri sendiri. Mari kita dukung bu Marlin, putri terbaik asal Karimun yang akan maju mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kepri berpasangan dengan pak Ansar Ahmad," ujar Datok Amat Tantoso pada Minggu (29/11/2020) siang di Restoran Golden Prawn Batam.


Menurutnya, sejak dibawah kepemimpinan Marlin Agustina Rudi, organisasi Kerabat-Barkad di Batam ini sudah banyak kemajuan. Salah satu contohnya bisa mempersatukan masyarakat asal Kabupaten Karimun yang ada di Batam.




"Organisasi ini didirikan bertujuan untuk sebagai wadah berkumpul masyarakat Karimun yang ada di Kota Batam, dan juga ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam," bebernya.


Lanjutnya, jika nantinya bu Marlin dan pak Ansar diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kepri lima tahun kedepan, dia berkeyakinan ekonomi Kepri akan lebih baik lagi dari pada sekarang.


"Dan saya percaya juga, adik-adik yang ada di Barkad pasti akan di karyakan oleh bu Marlin dan pak Ansar ahmad," ungkapnya.


Datok Amat Tantoso yang merupakan Ketua Umum Kerabat-Barkad yang pertama juga bercerita susahnya membangun dan mendirikan Kerabat-Barkat hingga sudah berumur 16 tahun sampai saat ini.


"Dulu saya sebagai pendiri. Mendirikan Kerabat-Barkad ini oada tahun 2004, waktu itu mendirikannya sangatlah susah. Kenapa, pada zaman itu kami tidak ada melalui handphone. Mengumpulkan masyarakat Batam asal Karimun sangatlah susah, karena belum ada alat komunikasi yang secanggih saat ini," pungkasnya (egi).




Berita Terkait

Tidak ada berita terkait