Batam, News, Kepri

Munculnya Perpat Baru, Ketum Perpat Kepri: Itu Settingan Untuk Kepentingan Politik

Egi | Senin 12 Apr 2021 18:54 WIB | 503



Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perpat Kepri, Kamaruddin


MATAKEPRI.COM BATAM -- Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kepulauan Riau (Kepri) akan menyelesaikan dengan cepat permasalahan, adanya orang yang membuat organisasi dengan nama yang sama yaitu Perpat Bentan di daerah Bintan.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perpat Kepri, Kamaruddin menjelaskan Perpat ini berdiri sejak tahun 1999 yang lalu, dan di deklarasikan di tanggal 20 Oktober 2000.


"Perpat ini lahir atas dasar ketidak seimbangannya kebijakan dari Pemerintah, yang mana pada saat itu mengesampingkan kepentingan dari masyarakat tempatan," ujar Kamaruddin pada Senin (12/4/2021) siang.


Lanjutnya, beberapa bulan terakhir ini, memang muncul pemberitaan di media sosial tentang adanya Perpat-perpat yang lain di daerah lainnya.


"Kalau kita ingin mengenal dengan sejarah Perpat, semua masyarakat Kepri mungkin sudah mengetahui bahwa pendiri Perpat adalah Saparuddin Muda," bebernya.


Namun, Perpat yang muncul beberapa hari ini, kami secara pribadi menilai ada settingan dibalik semua ini, yang mana kemungkinan ada kepentingan politik.


"Siapa dia, kita tidak mengetahui secara persis, yang jelas Perpat ini baru muncul baru-baru ini," tuturnya.


Secara keorganisasian, Perpat Kepri tidak ada yang merasa terganggu, hanya saja persamaan nama Perpat saja yang mereka pakai.


"Mungkin ini yang akan kita dudukkan bersama-sama nanti. Anak-anak tempatan yang mau berkarya atau mau berdikari ya silahkan saja, namun untuk nama perlu disesuaikan saja," kata Kamaruddin.


"Sampai saat ini kita dari Perpat tidak ada permasalahan, cuma saja ya dinama itu saja tadi," ulangnya.


Kamaruddin juga mengatakan, secara pribadi, atas nama organisasi, tentu kita mengajak seluruh masyarakat khususnya pemuda tempatan yang mau berbuat untuk daerah maupun negeri, ayoklah bersama-sama kita memberikan hal yang positif. Jangan jadikan organisasi ini sebagai ajang untuk memecah belah. Kemudian pembangunan daerah dan sosial kemasyarakatan harus kita kedepankan.


Dengan adanya kejadian ini, secepatnya kami akan berkordinasi dengan seluruh pengurus dan majelis tinggi Perpat.


"Sampai sekarang kita belum tau nih perpat yang satu lagi siapa orangnya, tetapi nanti kita akan mencoba berkomunikasi dan mendudukkannya secara bersama mencari jalan yang terbaik," imbuhnya.




Ditempat yang berbeda, Sekjen DPP Perpat Kepri, Firmansyah juga mengatakan, saat ini Perpat sudah beranggotakan kurang lebih sekitar 1.700 orang di seluruh Kepri.


"Memang, dalam perjalanan Perpat ini, khusus di Tanjung Pinang, Ketua yang dulu kita pilih sampai sekarang tidak mau melepaskan jabatannya. Perpat ini kan ada batas waktu untuk jabatan selama 3(tiga) tahun," kata Firmansyah.


Lanjutnya, karena keenakan di Perpat, dan tidak mau melepaskan jabatan, akhirnya dia keluar dan membuat Perpat baru.


"Kalau tidak salah namanya Perpat 28. Cuma secara legal dan sah ya Perpat dari kita, yang pusatnya berada di Kota Batam. Jadi, hal ini muncul mungkin untuk kepentingan pihak-pihak tertentu," pungkasnya, (egi)



Berita Terkait

Tidak ada berita terkait