Batam, Hukum & Kriminal

Sat Polairud Polresta Barelang Amankan Seorang Nelayan

Juliadi | Jumat 26 Aug 2022 14:23 WIB | 1055

Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri
Hukum & Kriminal
TNI/Polri


Kasat Polairud Polresta Barelang, Komisaris polisi (Kompol) Moch. Dwi Ramadhanto, SH, SIK, Jumat (26/8/2022)


MATAKEPRI.COM, BATAM -- Satuan polisi air dan udara (Sat Polairud)  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang Daerah Provinsi Kepulauan Riau berhasil mengamankan seorang nelayan inisial D (44), pelaku penyeludupan Biota Laut yang dilindungi dengan tujuan Ke Singapura.


Hal tersebut disampaikan oleh Kapolresta Barelang Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK., MH melalui Kasat Polairud Polresta Barelang, Komisaris polisi (Kompol)  Moch. Dwi Ramadhanto, SH, SIK didampingi oleh Kasi Humas Polresta Barelang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tigor Sidabariba, SH; Kanit Gakkum Polairud Polresta Barelang, AKP Suko Wibowo, SH, bertempat di Mako Sat Polairud Polresta Barelang, Jumat (26/8/2022).


"Pelaku kita amankan di Perairan Pulau Pemping Belakang Padang," ucap Kasat.


Dijelaskan Kasat, selasa (28/6/2022) sekira pukul 06. 00 Wib saat Unit Gakkum Sat Polairud Polresta Barelang menerima informasi bahwa sering adanya kegiatan pengiriman bunga karang dan sumber daya ikan yang akan dikirim ke Negara Singapura secara illegal di perairan belakang padang, setelah itu tim melakukan penyelidikan dengan cara patroli dengan menggunakan boat disekitaran perairan belakang padang.


Sekitar pukul 08.30 wib tim melihat 1 buah boat yang melintas dengan muatan yang mencurigakan lalu pada saat dilakukan pemeriksaan, benar didalam boat tersebut berisi berbagai jenis bunga karang dan sumber daya ikan yang rencananya akan dikirim ke singapura.


"Selanjutnya Speed Boat dan pelaku kita bawa kekantor Sat Polairud Polresta Barelang untuk Pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kasat.


"Barang bukti yang kita amankan berupa 1 Unit Speed Boat Fiber, 2 Unit Mesin dengan Kapasitas 40 PK, 1 buah Handphone dengan Merek Nokia, 1 buah Passpor milik Pelaku, 1 buah AIS (Autometic Identification System) Alat ini digunakan agar bisa masuk secara resmi ke singapura," jelasnya.


Dijelaskan Kasat, jenis Biota Laut yang akan  diseludupkan berupa Bintang Laut 117 Pcs, Kepiting Karang 11 Ekor , Kelinci Laut 4 Pcs, Siput Mata Sapi 600 Ekor, Gonggong 50 Ekor, Siput Macan 9 Ekor, Bulu Babi 51 Pcs, Kaktus Laut Kina 70 Pcs, Soft Coral 264 Pcs, Hard Coral 209 Pcs, Ikan Nemo 815 Pcs, Balogan Fish 3 Ekor, Kaci 10 Ekor, Samba 10 Ekor, Butterfly Fish 45 Ekor, Ikan Goat Fish Yellow Clown Goby 107 Ekor, Ketam Bawang 12 Ekor, Angel Fish 1 Ekor, Lepu – Lepu 3 Ekor, Lencing 35 Ekor, Blontot Hitam 55 Ekor, Blontot Loreng 108 Ekor, Keong 34 Ekor, Sembilang 69 Ekor, Ekor Blankas 39 Ekor.


"Dengan total Sumber Daya Perikanan 2.258 dan Jenis bunga karang/Coral dengan jumlah 473 Yang akan di seludupkan ke Singapura," ungkap Kasat.


Kasat juga mengatakan, terhadap perkara tersebut dinyatakan sudah P21 oleh Kejaksaan dan akan di lakukan  dengan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti. 


Lanjut dikatakannya, menurut keterangan Pelaku, Penyeludupan Biota Laut ini sudah sering dilakukan dan sudah ada hubungan antara Pelaku dan Penampung yang ada Singapura. Akibat  perbuatan pelaku tersebut negara di rugikan.


"Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan Ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp. 100.000.000,-
dan Pasal 87 Undang-undang nomor 21/2019 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan dengan Ancaman Hukuman pidana penjara 3 Tahun dan denda Rp. 3 Milyar Rupiah," tutup Kasat.



Share on Social Media