Batam
Juliadi | Jumat 24 Oct 2025 15:10 WIB | 981
Ibadah Nasrani di Gereja Oikumene LPKA, Kamis (23/10/2025). Foto : Humas LPKA Batam
Matakepri.com, Batam -- Proses rehabilitasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam tidak hanya fokus pada keterampilan, tetapi juga pemulihan jiwa. Dalam sebuah langkah nyata untuk pembinaan spiritual, LPKA Batam bekerja sama dengan Gereja GBI Manhop Batam menyelenggarakan ibadah Nasrani yang berkesan, di Gereja Oikumene LPKA, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang secara efektif mendukung rehabilitasi dan pembentukan karakter anak binaan. Seluruh anak binaan yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, aktif mengikuti rangkaian ibadah.
Ibadah dibuka dengan pujian dan dilanjutkan dengan sesi kesaksian yang memberikan ruang bagi anak binaan untuk melepaskan beban dan berbagi harapan. Puncak kegiatan adalah khotbah yang sangat berfokus pada pemulihan psikologis, mengangkat teks kunci dari Yesaya 43:18–19.
Pendeta dari GBI Manhop Batam menyampaikan pengajaran yang sangat relevan: peringatan agar anak binaan tidak terperangkap oleh masa lalu yang menyakitkan atau kesalahan yang pernah dilakukan. Inti pesannya adalah ajakan untuk membuka hati dan menyambut karya baru Tuhan, yang mampu memberi jalan dan pemulihan, bahkan di tengah kondisi yang terberat.
Pesan ini bertujuan agar anak binaan melihat peluang perubahan, memandang ke depan dengan optimisme, dan membangun masa depan yang positif, melepaskan identitas lama yang menghambat.
Kepala LPKA Kelas II Batam, Faizal Gerhani Putra menekankan bahwa kegiatan semacam ini sangat krusial untuk memperkuat ketahanan emosional dan moral anak binaan. Kolaborasi lintas lembaga dengan gereja setempat ini diharapkan menjadi sarana motivasi agar anak binaan mampu menjalani proses rehabilitasi dengan penuh tanggung jawab.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan spiritual serupa secara berkala. Ini adalah bagian integral dari program pembinaan holistik kami untuk memastikan setiap anak binaan memiliki dasar iman dan moral yang kuat saat mereka kembali ke masyarakat," tegasnya. (Adi)
Redaktur : ZB