Batam

Sekda Batam: Pola Asuh Tepat Kunci Kemandirian Anak Disabilitas

Juliadi | Kamis 04 Dec 2025 11:49 WIB | 839

Pemko Batam


Sekda Kota Batam, Firmansyah, Kamis (4/12/2025). Foto : Adi


Matakepri.com, Batam -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa pola asuh yang tepat dan sensitif terhadap kebutuhan unik anak disabilitas adalah kunci utama dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan mereka.


Penegasan ini disampaikan Firmansyah saat membuka seminar “Pola Asuh Anak Disabilitas di Sekolah dan Rumah” yang digelar dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/12/2025).


Mengangkat tema besar HDI 2025, “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kota Batam bersama Tim Penggerak PKK ini menjadi upaya nyata Pemko Batam untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pola asuh inklusif.


Firmansyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak dan menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Batam.


“Pemko Batam sangat serius menciptakan lingkungan yang inklusif. Setiap anak berhak tumbuh dan belajar tanpa batas," ungkap Firmansyah.


"Tugas kita adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan dengan pola asuh yang tepat, penuh kasih, dan menghargai keunikannya, baik di rumah maupun di sekolah,” ujar Firmansyah.


Ia menekankan bahwa dukungan emosional dari rumah adalah pondasi bagi rasa percaya diri anak. Pola asuh yang baik, menurutnya, adalah tentang memahami kebutuhan tiap anak.


“Ketika anak-anak disabilitas merasa didengar dan dipercaya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berdaya,” tambahnya.


Ia juga mengajak semua peserta, yang terdiri dari orang tua, guru, dan penggiat sosial, untuk memperkuat kolaborasi. 


Ia menilai ekosistem layanan disabilitas yang terstruktur dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kerjasama antara orang tua, sekolah, lembaga sosial, dan pemerintah.


“Kita harus bergerak bersama. Inklusivitas bukan sekadar slogan, tetapi tindakan nyata yang dimulai dari keluarga, diperkuat di sekolah, dan didukung pemerintah,” tutupnya. (Adi) 


Redaktur : ZB



Share on Social Media