Batam, News
Riki | Kamis 11 Dec 2025 11:56 WIB | 908
Matakepri.co.id, Batam - Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kembali digelar di Batam pada Rabu (10/12). Sosialisasi tersebut berlangsung dalam dua sesi, masing-masing di SMKN 6 Batam, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, pada pukul 10.00 WIB, dan di RT 03/RW 03 Sungai Pancur, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, pada pukul 19.30 WIB.
Keduanya menghadirkan nara sumber Ria Saptarika dan mengusung tema yang sama: “Galang Bantuan untuk Masyarakat Aceh, Sumut, dan Sumbar sebagai Bentuk Pengamalan Pancasila.”
Sesi pertama di SMKN 6 Batam diikuti oleh 150 siswa/i yang memenuhi aula sekolah sejak pagi. Para pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pengenalan Empat Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pemaparannya, Ria menjelaskan bahwa nilai utama Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah panggilan bagi kita semua untuk saling membantu. Inilah saatnya sila kemanusiaan dan persatuan benar-benar dipraktikkan,” ujarnya di hadapan peserta. Ria menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan empati dan solidaritas nasional. Ia mendorong siswa agar ikut terlibat dalam gerakan pengumpulan bantuan, meski dalam bentuk kecil sekalipun.
“Mulai dari lingkungan sekolah, kita bisa menggerakkan kebaikan. Kalian adalah generasi yang menentukan arah bangsa ke depan,” tambahnya.
Para siswa terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar peran pemuda dalam mitigasi bencana dan penguatan nilai kemanusiaan. Guru-guru SMKN 6 Batam mengapresiasi metode penyampaian materi yang dialogis dan dekat dengan isu aktual yang tengah dihadapi masyarakat Sumatera.
Selain materi inti, peserta juga diberikan pemahaman tentang bagaimana informasi terkait bencana harus disaring di tengah maraknya hoaks di media sosial. Ria mengingatkan bahwa penyebaran kabar bohong dapat memperkeruh situasi dan menghambat upaya penyaluran bantuan secara efektif.
Sesi pertama ditutup dengan foto bersama antara narasumber, siswa, dan pihak sekolah. Kemudian dilakukan penyerahan bahan materi secara simbolis kepada perwakilan pelajar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan kebangsaan.
Memasuki malam hari, Ria melanjutkan agenda ke Sei Pancur, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, untuk sesi kedua sosialisasi.
Warga setempat mulai memadati lokasi kegiatan sejak selepas magrib, menciptakan suasana hangat dan interaktif. Dalam kegiatan tersebut, Ria kembali menegaskan bahwa gerakan bantuan untuk masyarakat Aceh, Sumut, dan Sumbar merupakan bentuk konkret dari sila kedua dan ketiga Pancasila.
“Tidak harus besar, yang penting tulus dan bermanfaat. Setiap bantuan yang kita kumpulkan adalah wujud nyata persatuan Indonesia,” ujarnya di hadapan warga.
Peserta malam itu terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat RT/RW. Mereka menyambut baik ajakan penguatan solidaritas dan pentingnya menjaga persatuan dalam situasi kebencanaan.
Diskusi berlangsung cukup dinamis dengan adanya pertanyaan dari warga terkait mekanisme penyaluran bantuan serta bagaimana memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Ria menegaskan bahwa koordinasi dengan lembaga resmi sangat dibutuhkan agar proses distribusi berjalan efektif dan akuntabel. Warga juga diajak memahami bahwa empat pilar MPR RI bukan hanya pengetahuan dasar, tetapi sistem nilai yang dapat diterapkan untuk menghadapi setiap persoalan bangsa. Menurut Ria, situasi bencana adalah momen yang menguji seberapa kuat bangsa ini memegang prinsip gotong royong.
Pengurus RT dan RW setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran kegiatan ini di lingkungan mereka. Mereka berharap sosialisasi semacam ini dapat membantu memperkuat kesadaran kolektif warga bahwa persatuan dan kepedulian sosial adalah pondasi penting bangsa. Secara keseluruhan, kedua kegiatan sosialisasi berjalan sukses dan mendapat respons positif dari peserta. Ria berharap semangat gotong royong yang dibangun melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian dari gerakan besar masyarakat Batam dalam membantu saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (*)
Redaktur: ZB