Batam
Juliadi | Jumat 16 Jan 2026 21:49 WIB | 1105
Ustaz Subki Al-Bughury, Kamis (15/1/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Suasana khidmat menyelimuti kawasan Batam Centre pada Kamis (15/1/2026) malam. Ribuan jemaah dari berbagai penjuru kota tampak menyemut, memadati setiap sudut Masjid Agung Raja Hamidah untuk menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kota Batam Tahun 1447 Hijriah.
Kehadiran massa yang meluap ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai spiritualitas masih menjadi ruh utama dalam kehidupan sosial masyarakat di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir langsung di tengah-tengah jemaah, memberikan apresiasi setinggi langit atas antusiasme warga. Baginya, pemandangan malam itu bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan cerminan dari visi besar kota.
“Visi Batam sebagai bandar dunia madani tidak hanya tertulis dalam dokumen perencanaan, tetapi telah terimplementasi dalam kehidupan masyarakat. Malam ini kita menyaksikan Masjid Agung Raja Hamidah dipenuhi jemaah, ini adalah bukti cinta kita pada nilai-nilai keislaman,” ujar Amsakar dalam sambutannya, Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan bahwa fondasi pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan iman dan harmoni sosial. Amsakar mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai pemantik untuk meningkatkan bakti kepada bangsa serta mempererat persatuan.
Puncak acara semakin terasa menyentuh kalbu saat Ustaz Subki Al-Bughury naik ke mimbar untuk memberikan tausiah. Dalam ceramahnya yang khas, ia mengajak jemaah untuk tidak hanya sekadar mengenang perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga memetik pelajaran tentang akhlak mulia dan kepedulian sosial.
Pesan-pesan yang disampaikan menekankan pentingnya:
Transformasi Spiritual: Menjadikan salat dan ibadah sebagai fondasi karakter.
Kesalehan Sosial: Meningkatkan kepekaan terhadap sesama di tengah kemajuan kota.
Persatuan: Menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Batam.
Acara yang berlangsung tertib ini diharapkan mampu memperkuat akar religiusitas di Batam. Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari Masjid Agung Raja Hamidah, Batam kian mantap melangkah sebagai kota yang modern namun tetap memiliki karakter religius yang kuat dan berdaya saing global. (Adi)
Redaktur : ZB