Batam, News, Ekonomi
Riki | Kamis 29 Jan 2026 15:04 WIB | 1410
Matakepri.co.id, Batam - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) adalah lembaga strategis yang berada langsung di bawah Presiden. Secara struktur organisasi, Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DPN dan Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Syafrie Syamsudin selaku Ketua Harian. Beberapa hari lalu, DPN melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau yang meliputi wilayah P. Bintan dan P. Batam. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data serta memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat tercapai, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Geostrategi DPN, Mayjen TNI Ari Yulianto, S.I.P., M.H.I., bersama Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., beserta jajaran. Agenda di P. Batam dilaksanakan dengan audiensi dan peninjauan langsung di sejumlah titik pertumbuhan strategis yang memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi nasional. Salah satunya adalah kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong industri serta peningkatan nilai tambah sumber daya nasional. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan infrastruktur, iklim investasi, serta dukungan kebijakan yang dibutuhkan KEK Tanjung Sauh guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam.
Menurut DPN, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memastikan Batam mampu berperan sebagai salah satu katalisator utama pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen. Batam dan Kepulauan Riau dinilai strategis dalam memompa pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi ekonomi yang signifikan. Kawasan ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat manufaktur, tetapi berkembang menjadi hub teknologi tinggi dan tujuan investasi global. Selain itu, status KEK yang menawarkan kepastian hukum dan insentif fiskal agresif terbukti efektif menjadi magnet Foreign Direct Investment (FDI). DPN berharap optimalisasi peran KEK, KI, dan FTZ di Kepri dapat menciptakan mesin pertumbuhan komprehensif, di mana arus modal asing dan inovasi teknologi bekerja bersamaan untuk mengakselerasi produktivitas nasional.
Sebagai lembaga strategis negara, Dewan Pertahanan Nasional memiliki fungsi memastikan pembangunan nasional, terutama pada kawasan strategis, berjalan selaras, aman, dan berkelanjutan. Untuk itu, DPN berkewajiban memantau perkembangan KEK, KI, PSN, serta industri strategis lainnya di seluruh Indonesia, termasuk di P. Bintan dan P. Batam, guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional. DPN juga berperan mengidentifikasi potensi permasalahan dan hambatan dari sisi geostrategi, geopolitik, maupun geoekonomi—mencakup infrastruktur, kebijakan lintas sektor, serta kesiapan kawasan—yang dapat memengaruhi target pertumbuhan ekonomi nasional.
Peninjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh antara pertahanan, stabilitas kawasan, dan kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan nasional. Fokus utama diarahkan pada kesiapan regulasi, perizinan, tata kelola kawasan, serta koordinasi antarinstansi guna menciptakan iklim investasi kondusif, memperkuat ketahanan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global.
Menurut Deputi DPN, selain kunjungan ke KEK Tanjung Sauh, Dewan Pertahanan Nasional juga berencana melaksanakan audiensi ke BP Batam untuk pengumpulan data dan berdiskusi terkait perkembangan KEK dan Kawasan Industri (KI) di Batam, serta memperkuat ekonomi nasional melalui perlindungan aset industri strategis di wilayah perbatasan. Agenda ini juga bertujuan memastikan pengamanan ekonomi perbatasan melalui pengendalian aktivitas ekonomi dan perlindungan aset strategis, mengingat posisi Batam yang vital. Selain itu, DPN ingin memastikan kontribusi Batam terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan ekonomi yang berdaya saing global.
KEK Tanjung Sauh, yang dikembangkan oleh PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP) – Panbil Group, menjadi salah satu “kantong pertumbuhan” yang diprioritaskan. Dengan fokus pada pengembangan pelabuhan hub logistik internasional, industri energi, dan manufaktur modern, kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap investasi skala besar yang berdampak langsung pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau.
Posisi strategis saja tidak cukup. Dibutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan pengelola kawasan untuk membangun kepercayaan investor global. Kunjungan DPN ini mempertegas bahwa KEK Tanjung Sauh merupakan aset vital negara dalam memenangkan persaingan ekonomi di jalur Selat Malaka.
Keunggulan strategis KEK Tanjung Sauh meliputi konektivitas global melalui akses langsung ke Selat Phillips—jalur perdagangan tersibuk di dunia—integrasi kawasan yang optimal berkat kedekatannya dengan pusat finansial Singapura dan pusat industri Johor Bahru (SIJORI), serta dukungan insentif fiskal berupa kemudahan pajak dan kepabeanan yang kompetitif bagi investor asing maupun domestik. Dengan penguatan kawasan ekonomi khusus dan sinergi kebijakan pusat-daerah, Batam dan Kepri berpotensi menjadi mesin akselerasi pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.
Melalui pengembangan berkelanjutan dan dukungan penuh dari Dewan Pertahanan Nasional, KEK Tanjung Sauh optimistis dapat menarik lebih banyak investasi berkualitas yang akan menggerakkan roda ekonomi Batam melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.! (*)
Redaktur: ZB