International, News
Riki | Jumat 06 Mar 2026 11:18 WIB | 1944
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dok. AP/Mark Schiefelbein) (© 2026 Liputan6.com)
Matakepri.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin terlibat dalam proses penentuan pemimpin baru Iran setelah wafatnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan media Axios.
Trump menegaskan Amerika Serikat harus memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan Iran berikutnya. Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan keterlibatan Washington dalam dinamika politik Venezuela.
Dalam wawancara itu, Trump juga menolak kemungkinan naiknya Mojtaba Khamenei—putra Ali Khamenei—yang disebut sebagai kandidat terkuat penerus kepemimpinan Iran.
“Mereka hanya membuang waktu. Putra Khamenei tidak dapat saya terima. Kami menginginkan seseorang yang membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” ujar Trump.
Hingga kini otoritas Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi. Namun sejumlah sinyal politik di Teheran menunjukkan pengumuman kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pejabat Amerika menegaskan operasi militer terhadap Iran tidak bertujuan mengganti rezim. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut operasi tersebut difokuskan untuk melemahkan kemampuan rudal, program nuklir, dan kekuatan angkatan laut Iran.
Pernyataan Trump tentang keinginan ikut menentukan pemimpin Iran pun dinilai berpotensi memicu kontroversi baru dalam konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. (Red)
Redaktur: ZB