Batam
Juliadi | Jumat 27 Mar 2026 22:59 WIB | 1185
Kegiatan Shalat Istisqa, Jumat (27/3/2026). Foto : Adi
Matakepri.co.id, Batam -- Langit Kota Batam belakangan ini seolah enggan berbagi tirta. Terik matahari yang menyengat dan debu yang mulai menyelimuti jalanan menjadi saksi bisu kemarau panjang yang tengah melanda. Di tengah ujian alam ini, ada pemandangan menyejukkan di Masjid Al Fajar, Kelurahan Pelita, Jumat (27/3/2026).
Bukan deru mesin patroli yang terdengar, melainkan lantunan istighfar yang mengalun syahdu. Puluhan personel Polsek Lubuk Baja, dipimpin langsung oleh Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, hadir untuk melebur bersama warga dalam satu saf yang rapat. Agenda mereka satu, melaksanakan Shalat Istisqa, sebuah ritual langit untuk memohon turunnya hujan.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie mengatakan, Shalat Istisqa ini bukan sekadar rutinitas agama bagi mereka. Ini adalah bentuk empati. Polri menyadari bahwa kemarau bukan hanya soal cuaca, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat, soal ketersediaan air bersih di dapur warga dan keberkahan ekonomi yang mulai terdampak.
"Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lubuk Baja. Saat warga merasa kesulitan karena kemarau, kami pun merasakannya. Shalat ini adalah ikhtiar batin kita bersama," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menghemat air, dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah tantangan zaman.
Harapan besar kini tertumpu pada langit. Dengan selesainya rangkaian ibadah tersebut, warga dan aparat pulang membawa keyakinan yang sama.
"Setelah ikhtiar batin dilakukan, hujan yang membawa keberkahan akan segera membasahi bumi Batam, menghapus dahaga, dan mengembalikan senyum di wajah setiap warga," pungkasnya. (Adi)
Redaktur : ZB