Batam

Duka Mendalam di Jembatan 5 Barelang, 3 Bintang Muda SMPIT Insan Harapan Berpulang

Juliadi | Rabu 08 Apr 2026 22:48 WIB | 702

Berduka Cita


Salah satu korban kecelakaan di Jembatan 5 Barelang. (Foto: Ist)


Matakepri.co.id, Batam -- Awan hitam menyelimuti keluarga besar SA SMPIT Insan Harapan Batam. Sebuah kecelakaan maut di kawasan Jalan Trans Barelang, Sijantung, pada Minggu pagi (5/4/2026) kemarin, telah merenggut nyawa tiga pelajar berprestasi mereka. Isak tangis dan doa tak henti-hentinya mengalir mengiringi kepergian mereka yang dikenal sebagai sosok-sosok yang ramah dan ceria.


Biasanya, akun Instagram resmi SMPIT Insan Harapan dipenuhi dengan dokumentasi keceriaan belajar mengajar atau ucapan hari besar. Namun, Rabu (8/4/2026), pemandangan berbeda tampak di layar ponsel para pengikutnya.


Tiga buah foto dengan latar belakang biru terunggah berdampingan. Mereka adalah Rino Arif Bakhtiar (Kelas VIII B), Safaraz Akma (Kelas IX B), dan Ruhaizan Syakir (Kelas IV B). Unggahan tersebut seketika menjadi ruang duka digital.


"Segenap Keluarga Besar SA SMPIT Insan Harapan Mengucapkan Turut Berduka Cita. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya serta menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis keterangan resmi sekolah.


Komentar pilu membanjiri unggahan tersebut. Salah satunya dari akun @ahmd_maolana yang menuliskan penyesalan mendalam karena janji memancing bersama salah satu korban kini tak akan pernah terwujud.


Kecelakaan tunggal tersebut terjadi ketika motor Honda Beat putih yang ditumpangi ketiga korban melintasi Jalan Trans Barelang dekat Jembatan 5. Diduga kehilangan kendali, sepeda motor tersebut menabrak tiang listrik di tepi jalan dengan benturan yang sangat keras.


Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin, mengonfirmasi bahwa ketiga remaja tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius. Jenazah mereka langsung dievakuasi ke ruang forensik RS Bhayangkara Polda Kepri sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.


Minggu sore, sekira pukul 17.30 WIB, sirine ambulans memecah keheningan di TPU Sei Temiang. Jenazah Rino Arif Bakhtiar dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Di bawah langit yang mulai meredup, sang ibu yang mengenakan kerudung hitam hanya mampu menatap liang lahat dengan pandangan kosong, menahan duka yang tak terperi.


Keysa, sahabat masa kecil Rino sejak bangku SD, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat baik.


"Dia ceria sekali, suka bercanda dan sedikit usil, tapi hatinya baik. Rino itu tidak pernah pilih-pilih teman, semua dirangkulnya," kenang Keysa dengan mata berkaca-kaca. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media