Batam, News, Hukum & Kriminal

Pria Ini Ditangkap Usai Buat Akun Palsu Bernuansa Kebencian, Motifnya Ternyata Masalah Rumah Tangga

Egi | Minggu 19 Apr 2026 16:29 WIB | 386

Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri


Kapolresta Barelang beberkan kronologi pidana ujar kebencian di media sosial (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - Upaya seorang pria di Batam mencari istrinya yang hilang justru berujung pada persoalan hukum. Pria berinisial MOA diamankan polisi setelah terbukti membuat akun media sosial palsu yang memuat konten bernuansa ujaran kebencian.

MOA ditangkap oleh tim Polresta Barelang pada Rabu malam, 15 April 2026, di wilayah Sagulung. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait unggahan provokatif di media sosial.

Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari aktivitas akun Facebook bernama “Yandra Yanda” yang kerap memposting konten menyinggung suku Melayu dan kelompok lainnya sejak akhir 2025.

“Laporan masyarakat menjadi dasar kami melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dalam proses penelusuran, polisi sempat mengarah pada seorang pria bernama Yaheskiel alias Oil, yang fotonya digunakan sebagai profil akun tersebut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Yaheskiel tidak memiliki keterkaitan dengan akun itu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, M Debby Tri Andrestian, menyebut identitas asli pemilik akun akhirnya terungkap setelah penyelidikan lanjutan.

“Foto yang digunakan ternyata milik orang lain tanpa izin. Dari situ kami kembangkan hingga mengarah ke pelaku sebenarnya, yakni MOA,” jelasnya.

Saat diamankan, MOA sempat membantah tuduhan tersebut. Namun, polisi menemukan bukti kuat berupa akses akun “Yandra Yanda” di ponsel miliknya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa tindakan MOA dilatarbelakangi persoalan pribadi. Ia diduga sakit hati karena istrinya menjalin hubungan dengan Yaheskiel dan menghilang selama beberapa bulan.

Selama sekitar enam bulan mencari keberadaan istrinya tanpa hasil, MOA kemudian membuat akun palsu tersebut dengan tujuan menjebak Yaheskiel agar tersandung masalah.

“Pelaku sengaja menggunakan foto korban untuk memancing reaksi dan membuatnya terlibat masalah,” tambah Debby.

Kini, kasus tersebut masih dalam penanganan polisi untuk proses hukum lebih lanjut, (Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media