Batam

Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Tanjung Buntung Batam

Juliadi | Minggu 19 Apr 2026 21:29 WIB | 677

Polres/Ta dan Polsek


Pencarian remaja yang tenggelam. (Foto : Humas Polsek Bengkong)


Matakepri.co.id, Batam -- Keceriaan akhir pekan di Kecamatan Bengkong, Kota Batam, berubah menjadi duka mendalam. Seorang remaja bernama Yezkiel (13) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya di alur laut Nelayan Tanjung Buntung, Sabtu (18/4/2026) kemarin.


Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra menjelaskan, peristiwa nahas tersebut bermula saat korban tengah menikmati waktu senggang dengan berenang di sekitar lokasi kejadian. Namun, kondisi alam yang tidak menentu membuat situasi berubah drastis hingga korban diduga kuat terseret arus laut yang cukup kuat hingga akhirnya hilang dari permukaan dan tenggelam.


Mendapat laporan adanya orang tenggelam, lanjut katanya, jajaran Polsek Bengkong langsung bergerak sigap dibantu warga setempat melakukan penyisiran menggunakan speedboat milik nelayan.


Menurutnya, upaya pencarian yang berlangsung dramatis tersebut membuahkan hasil setelah satu jam penyisiran dilakukan. Sayangnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.


“Alhamdulillah jasad korban sudah ditemukan. Tadi saya bersama Kanit Intelkam turun langsung mencari korban dengan dibantu beberapa nelayan setempat menggunakan boat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).


Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jasad Yezkiel segera dibawa ke UPT Puskesmas Tanjung Buntung. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses persemayaman dan pemakaman.


Ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada saat beraktivitas di area perairan.


"Saya menghimbau warga untuk waspada arus liar, utamakan keselamatan bagi warga yang tidak mahir berenang, sangat dilarang beraktivitas di lokasi dengan arus deras, pengawasan ekstra bagi anak-anak saat berada di lokasi wisata air, pantai, maupun aliran sungai," tegasnya.


"Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga Batam bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama saat berwisata atau beraktivitas di sekitar wilayah perairan," pungkasnya. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media