Batam, News, Kepri

Tragedi di Nongsa, Pelajar Ditemukan Meninggal oleh Ibunya

Egi | Kamis 11 Jun 2026 20:08 WIB | 100

Polres/Ta dan Polsek
Mayat


Ilustrasi (foto: istimewa)


Matakepri.co.id Batam - Seorang remaja berinisial SH, warga Kampung Tengah, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (11/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.

Korban diketahui ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar lantai dua rumahnya. Penemuan itu pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban sekitar pukul 07.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Ipda Rayhan Aditya Ramadhan, mengatakan sebelum menemukan korban, sang ibu sempat mencari keberadaan anaknya yang tidak berada di tempat tidur sejak pagi.

"Sejak sekitar pukul 06.00 WIB, ibu korban sudah tidak melihat anaknya di kamar. Beberapa kali dihubungi, namun tidak mendapat respons," ujar Rayhan saat dikonfirmasi, Kamis.

Karena khawatir, ibu korban kemudian memeriksa kamar di lantai atas. Saat itulah korban ditemukan dalam keadaan tergantung dengan seutas tali yang terikat pada bagian plafon rumah.

Mengetahui kondisi tersebut, ibu korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan korban.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Nongsa mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Barelang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau guna pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat gantung diri. Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil identifikasi yang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis dan pihak rumah sakit, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik. Bekas luka yang ada di leher korban sesuai dengan jeratan tali akibat posisi tubuh yang tergantung," jelas Rayhan.

Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi. Keputusan itu juga dituangkan dalam surat pernyataan yang disampaikan kepada pihak berwenang.

Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, krisis psikologis, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi keluarga, teman terpercaya, tenaga kesehatan, atau layanan bantuan profesional terdekat.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media