Batam, News, Kepri

Terlantar di Soekarno-Hatta, Tim PSW Kepri Kehilangan Kesempatan Berlaga di Pesparawi

Egi | Selasa 30 Jun 2026 22:37 WIB | 26



Tangkapan layar tim PSW Kepri berlaga di Bandara Soekarno-Hatta (foto: tangkapan layar medsos)


Matakepri.co.id Batam - Nasib pahit dialami kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) Provinsi Kepulauan Riau pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Manokwari, Papua Barat. Tim yang seharusnya mewakili Kepri dalam perlombaan nasional itu gagal tampil setelah mengalami kendala tiket penerbangan yang diduga bermasalah.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah peserta membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Dalam video yang beredar, rombongan terlihat kebingungan di Bandara Soekarno-Hatta dan harus berpindah-pindah konter maskapai untuk mencari kepastian keberangkatan menuju Manokwari.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, menegaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan seluruh pembayaran tiket pesawat kepada agen perjalanan yang ditunjuk untuk mengurus keberangkatan kontingen.

Menurut Jumaga, LPPD telah mentransfer dana sebesar Rp1,016 miliar kepada PT Riski Efanti Bersaja untuk kebutuhan tiket pulang-pergi 68 anggota kontingen Pesparawi Kepri.

“Kami sudah melakukan pembayaran secara penuh. Bukti transfer maupun kwitansi pembayaran tersedia. Jadi persoalan ini bukan karena LPPD belum membayar tiket,” ujar Jumaga kepada wartawan di Batam, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, persiapan keberangkatan telah dilakukan sejak awal tahun. Pemesanan tiket dilakukan lebih cepat guna mengantisipasi kenaikan harga penerbangan menuju Papua yang diperkirakan akan terus meningkat menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional.

Namun, masalah mulai terungkap ketika tim pendahulu yang berjumlah 11 orang dijadwalkan berangkat lebih awal pada 18 Juni 2026. Saat hendak melakukan check-in, mereka mendapat informasi bahwa tiket yang seharusnya digunakan tidak dapat diproses.

LPPD kemudian melakukan penelusuran langsung ke pihak maskapai. Hasilnya, ditemukan bahwa data pemesanan memang telah dibuat, namun status tiket belum dibayarkan sehingga tidak dapat diterbitkan.

“Setelah kami cek ke maskapai, ternyata yang ada baru sebatas booking. Pembayaran tiket belum dilakukan, sehingga tiket tidak bisa digunakan,” ungkapnya.

Menyadari adanya persoalan tersebut, pengurus LPPD segera berupaya mencari solusi agar kontingen tetap bisa berangkat ke Manokwari. Berbagai maskapai dihubungi untuk mendapatkan kursi penerbangan yang tersedia.

Karena terbatasnya penerbangan menuju Papua, keberangkatan peserta akhirnya harus dilakukan secara bertahap. Situasi serupa juga terjadi saat proses pemulangan kontingen ke Batam yang dilakukan dalam beberapa gelombang.

Jumaga mengaku selama proses penanganan berlangsung, pihaknya memilih fokus menyelesaikan persoalan di lapangan daripada memberikan keterangan kepada media.

“Prioritas kami saat itu adalah memastikan seluruh peserta yang tertahan bisa tetap berangkat dan akhirnya kembali ke Batam dengan selamat,” katanya.

Sebelumnya, kisah rombongan PSW Kepri menjadi viral setelah sejumlah peserta mengunggah video di TikTok. Mereka mengaku harus berpindah dari satu konter maskapai ke konter lainnya untuk mencari kepastian penerbangan menuju Manokwari.

Akibat kendala tersebut, Tim Paduan Suara Wanita Kepulauan Riau tidak dapat mengikuti perlombaan sesuai jadwal dan kehilangan kesempatan tampil di ajang Pesparawi Nasional.

Meski demikian, seluruh anggota kontingen kini telah kembali ke Batam. LPPD Kepri juga berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak travel yang menangani perjalanan tersebut serta berupaya mengembalikan dana yang telah dibayarkan karena bersumber dari anggaran pemerintah.(Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait