Batam, News, Kepri
Egi | Senin 28 Sep 2026 22:43 WIB | 58
Keadaan kota Batam saat sore hari di daerah Batam Center (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Kualitas udara di Kota Batam mengalami penurunan signifikan pada Senin (28/9/2026) malam. Berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat halus (PM2.5), tingkat pencemaran udara tercatat mencapai 111,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 21.00 WIB dan masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Humas BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan memburuknya kualitas udara di Batam dipengaruhi oleh sebaran asap yang terbawa pergerakan angin dari sejumlah wilayah di sekitar Kepulauan Riau.
"Penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sebaran asap yang terbawa angin dari beberapa wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan konsentrasi partikel halus atau PM2.5 di atmosfer Batam," ujar Suratman.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal konsentrasi PM2.5 di Batam umumnya berada di bawah 20 mikrogram per meter kubik. Namun, masuknya massa udara yang membawa partikel asap menyebabkan nilai konsentrasi meningkat tajam hingga melampaui ambang kondisi udara sehat.
"Pada kondisi normal, konsentrasi PM2.5 di Batam biasanya berada di bawah 20 mikrogram per meter kubik. Saat ini nilainya mencapai lebih dari 100 mikrogram per meter kubik, sehingga kualitas udara masuk kategori tidak sehat," jelasnya.
Menurut Suratman, PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam. Peningkatan konsentrasi partikel tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih guna mengurangi dampak paparan polusi udara.
BMKG juga terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan pergerakan angin yang berpotensi memengaruhi kualitas udara di wilayah Batam dalam beberapa hari ke depan.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memantau informasi cuaca maupun kualitas udara yang dikeluarkan BMKG serta instansi terkait," pungkas Suratman.(Egi)
Redaktur: ZB