Batam, News, Kepri

Animator Muda Batam Dibekali Sertifikasi Profesi, Bidik Peluang Industri Internasional

Egi | Jumat 30 Oct 2026 10:04 WIB | 161



Animator di Batam ikuti sertifikasi profesi (foto: Alfi)


Matakepri.co.id Batam - Sebanyak 30 talenta kreatif di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengikuti sertifikasi kompetensi Animator 3D Junior yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kamis (29/10/2026).

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kreatif yang memiliki keterampilan terstandar dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri animasi dan multimedia.

Pelaksanaan sertifikasi tersebut melibatkan talenta muda, kreator, serta praktisi lokal dari subsektor animasi dan multimedia. Proses pengujian dilakukan oleh asesor profesional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Animedia dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Tim LSP Transformasi Animedia Nusantara, Rahmawan Hatmantrika, mengatakan sertifikasi ini penting untuk memastikan kemampuan animator muda sesuai dengan standar dan kebutuhan industri.

Menurutnya, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap tahapan produksi animasi 3D secara menyeluruh.

"Melalui sertifikasi ini, kami berharap para animator muda tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pengakuan kompetensi yang sesuai dengan standar industri. Dengan begitu, mereka dapat lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja dan memiliki daya saing yang lebih baik," ujarnya.

Rahmawan menjelaskan, materi pengujian mencakup berbagai tahapan produksi animasi 3D. Mulai dari pemahaman alur kerja, pembuatan aset, pengoperasian perangkat lunak animasi, hingga proses rendering.

Peserta juga diuji terkait penerapan etika dan keselamatan kerja sebagai bagian dari standar profesional yang harus dimiliki seorang animator.

Ia menilai, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki telah memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan industri.

Peserta yang dinyatakan kompeten nantinya berhak memperoleh sertifikat melalui skema sertifikasi LSP Animedia yang telah berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi modal tambahan bagi peserta dalam membangun karier, sekaligus meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap kemampuan animator muda asal daerah.

"Kami berharap sertifikasi ini dapat menjadi bekal bagi para animator muda untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas peluang kerja, dan berkontribusi dalam memajukan industri animasi Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat internasional," katanya.

Pemilihan Batam sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kota industri ini dinilai memiliki posisi strategis serta potensi besar dalam pengembangan talenta digital dan industri kreatif.

Melalui Aktivasi Creative Hub, pemerintah juga berupaya membuka ruang kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku industri, dan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan subsektor animasi.

Program sertifikasi ini menjadi bagian dari langkah Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dalam memperluas akses pengakuan kompetensi profesi bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Dengan keterampilan yang terukur dan sertifikasi profesional, animator muda Batam diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan menembus pasar animasi internasional.(Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait